10 Tips Hilangkan Suara Perut yang Muncul Tiba-Tiba

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2020 | 06:45 WIB
10 Tips Hilangkan Suara Perut yang Muncul Tiba-Tiba
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

4. Batasi Konsumsi Gula, Alkohol, dan Makanan Asam

Alkohol, makanan manis, dan makanan asam semuanya dapat memicu bunyi perut. Gula seperti fruktosa dan sorbitol. Makanan asam termasuk jeruk dan kopi juga diketahui menyebabkan perut mengembang.

Alkohol mengiritasi saluran pencernaan dan dapat menyebabkan suara lambung. Ini juga meningkatkan produksi asam dan menyebabkan peradangan pada lapisan perut. Alkohol dosis tinggi dapat menunda pengosongan lambung dan menyebabkan sakit perut.

5. Hindari Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Gas

Ilustrasi minuman bersoda. (Shutterstock)
Ilustrasi minuman bersoda. (Shutterstock)

Makanan dan minuman tertentu menghasilkan lebih banyak gas daripada makanan lain. Jika bunyi perut disebabkan oleh sejumlah besar gas yang bergerak melalui saluran pencernaan, maka menghindari makanan dan minuman mengandung gas dapat memecahkan masalah borborygmi.

Makanan dan minuman penghasil gas meliputi seperti kacang polong, bir, brokoli, kubis, bunga kol, kacang-kacangan, jamur, bawang, soda, dan biji-bijian.

6. Temukan Intoleransi Makanan

Intoleransi terhadap makanan tertentu dapat meningkatkan gas dan perut berbunyi.
Misalnya, intoleransi laktosa disebabkan oleh kekurangan laktase, enzim yang membantu mencerna laktosa. Sekitar 65 persen orang mengalami kesulitan mencerna laktosa, meskipun prevalensinya sangat bervariasi di antara populasi etnis dan ras.

Cara terbaik untuk mengelola intoleransi makanan adalah dengan menghindari makanan yang menyebabkan gejala. Orang dengan gangguan perut kronis harus mendiskusikan kemungkinan intoleransi makanan dengan dokter.

7. Lakukan Kontrol Porsi

Suara-suara lain pada perut mungkin lebih terjadi setelah makan makanan besar, terutama makanan yang kaya lemak, gula, daging merah, dan makanan lain yang sulit dicerna.

Makan porsi kecil dengan jeda waktu yang lebih teratur, dan mengunyah makanan secara perlahan mengurangi risiko makan berlebihan.

8. Tetap Aktif

Berjalan-jalan setelah makan telah terbukti membantu proses pencernaan dengan mempercepat laju perut kembali kosong. Pengosongan yang lebih cepat ini dapat mengurangi gemuruh perut.

Jalan kaki pasca makan juga bisa bermanfaat bagi pencernaan dengan cara lain. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan 20 menit atau 15 menit setelah makan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun, aktivitas berintensitas tinggi harus dihindari setelah makan.

9. Tetap Tenang

Perut yang bunyi dapat lebih terdengar saat sedang mengalami situasi stres tertentu. Ini karena aktivitas usus meningkat selama periode kecemasan, terlepas dari apakah perut penuh atau kosong.

Stres juga bisa memperlambat pencernaan dan jadi penyebab gejala gangguan pencernaan, termasuk mulas dan suara perut.

Orang dapat mengurangi tingkat kecemasan dan stres dengan bermeditasi, berlatih latihan pernapasan dalam, dan menggunakan teknik relaksasi otot progresif.

10. Mengatasi Masalah Gastrointestinal

Penyakit yang lebih serius, seperti infeksi atau penyumbatan usus busa jadi kemungkinan penyebab borborygmi. Oleh karena itu, jika perut bergemuruh terasa mengganggu dan terdapat gejala lain, sebaiknya menemui dokter untuk diagnosis dan rencana perawatan yang akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Corona Covid-19 dengan Masalah Pencernaan Berisiko Meninggal

Pasien Corona Covid-19 dengan Masalah Pencernaan Berisiko Meninggal

Health | Rabu, 22 April 2020 | 12:27 WIB

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Lifestyle | Rabu, 01 April 2020 | 06:30 WIB

Jangan Abaikan 5 Gejala Lain Virus Corona Covid-19, Termasuk Diare!

Jangan Abaikan 5 Gejala Lain Virus Corona Covid-19, Termasuk Diare!

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 10:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB