Nampak Sepele, Kebosanan Ternyata Punya Efek Destruktif pada Tunawisma

Yasinta Rahmawati

Rabu, 06 Mei 2020 | 14:37 WIB
Nampak Sepele, Kebosanan Ternyata Punya Efek Destruktif pada Tunawisma
Ilustrasi gelandangan. (Unsplash)

Suara.com - Kebosanan tak terelakkan hadir di tengah masa pandemi corona Covid-19, terutama karena kita telah mengisolasi diri dari satu sama lain selama berminggu-minggu.

Meski nampak sepele, ternyata efek kebosanan mendalam pada tunawisma atau gelandangan dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk, penggunaan narkoba dan bahkan bunuh diri, menurut sebuah studi Barat.

Itulah sebabnya, seorang peneliti menganjurkan bahwa setiap rencana untuk membantu para tunawisma dalam penampungan harus diimbangi program-program yang menanamkan makna pada hidup mereka.

"Mereka berbicara tentang bagaimana mereka merasa tidak ada karena mereka tidak melakukan sesuatu yang berarti dengan waktu mereka. Itu memiliki dampak yang cukup serius pada kesejahteraan mental mereka," kata profesor Terapi Okupasi Carrie Anne Marshall, dilansir dari Medical Xpress.

"Mereka mengatakan bahwa mereka menggunakan narkoba karena lebih baik daripada hanya duduk-duduk tidak melakukan apa-apa sepanjang hari; mereka berbicara tentang merasa putus asa dan berpikir untuk bunuh diri," jelasnya.

Ilustrasi tunawisma - (Pixabay/avi_acl)
Ilustrasi tunawisma - (Pixabay/avi_acl)

Marshall awalnya mewawancarai 13 orang yang menjadi tunawisma di sebuah kota kecil Ontario sebagai bagian dari studi percontohan pertamanya, Kebosanan dan aktivitas yang bermakna pada orang dewasa yang mengalami tunawisma.

Temuannya baru-baru ini dipublikasikan di Canadian Journal of Occupational Therapy.

"Banyak orang yang menjadi tunawisma mengungkapkan keinginan untuk bekerja, tetapi mereka merasa sulit untuk menemukan cara untuk berpartisipasi atau menjadi bagian dari tenaga kerja," ungkapnya.

Setelah menjadi tunawisma, semua kegiatan dan rutinitas mereka telah berubah begitu ditampung. Tiba-tiba, mereka benar-benar tidak memiliki rasa apa yang ingin mereka lakukan lagi, Marshall melanjutkan.

Ilustrasi tunawisma perempuan. [Shutterstock]
Ilustrasi tunawisma perempuan. [Shutterstock]

Meskipun tidak ada obat untuk kebosanan, terapis okupasi, rekreasi atau seni dan musik dapat membantu, tetapi seringkali pendanaan berbasis aktivitas adalah yang pertama kali dilakukan dalam pemotongan dana.

"Kami berbicara tentang perlunya menangani kesehatan mental," lanjutnya.

Tapi itu bukan semua tentang pengobatan. Kadang-kadang, ini hanya tentang memiliki kehidupan yang bermakna.

"Itu bisa sangat kuat dalam membantu orang tergerak dan menciptakan kehidupan baru untuk diri mereka sendiri begitu mereka telah kehilangan tempat tinggal. Ketika kita menikmati sesuatu ada hal positif, perubahan terjadi," ujar Marshall.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Pakai Celana Dalam, Pemulung Ditemukan Tewas di Kolong Musala

Cuma Pakai Celana Dalam, Pemulung Ditemukan Tewas di Kolong Musala

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:57 WIB

Cegah Corona, Tunawisma Ditampung di GOR Ciracas

Cegah Corona, Tunawisma Ditampung di GOR Ciracas

Foto | Kamis, 30 April 2020 | 16:11 WIB

GOR Ciracas dan Tanjung Priok akan Dijadikan Penampungan Tunawisma

GOR Ciracas dan Tanjung Priok akan Dijadikan Penampungan Tunawisma

News | Kamis, 30 April 2020 | 12:45 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB