WHO Bantah Klaim Merokok Bisa Cegah Virus Corona, Ini Penelitiannya

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2020 | 22:05 WIB
WHO Bantah Klaim Merokok Bisa Cegah Virus Corona, Ini Penelitiannya
Ilustrasi perokok. (Shutterstock)

Suara.com - WHO Bantah Klaim Merokok Bisa Cegah Virus Corona, Ini Penelitiannya

Klaim perokok lebih susah tertular virus Corona Covid-19 dan memmiliki peluang sembuh lebih tinggi dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengatakan perokok justru lebih rentan terinfeksi Covid-19 daripada orang yang tidak merokok. Klaim WHO ini didapat dari tinjauan studi oleh para ahli kesehatan masyarakat.

Dalam studi tersebut, WHO menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit fatal.

"Covid-19 adalah penyakit menular yang terutama menyerang paru-paru. Merokok merusak fungsi paru-paru sehingga membuat tubuh lebih sulit melawan virus korona dan penyakit lainnya," kata WHO dalam sebuah pernyataan tertulis, dilansir Anadolu Agency.

WHO juga memperingatkan para peneliti, ilmuwan, dan media tentang klaim yang mengatakan bahwa tembakau atau nikotin dapat mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien bukan perokok lebih tinggi dibandingkan dengan perokok.

Sebuah studi oleh para ilmuwan Perancis di portal sains Qeios pada akhir April mengatakan bahwa merokok dapat menjadi faktor perlindungan terhadap virus korona.

Ilustrasi puntung rokok (unsplash)
Ilustrasi puntung rokok (unsplash)

Para peneliti mengatakan hanya 5 persen dari 482 pasien Covid-19 di rumah sakit Pitie-Salpetriere di Paris pada 28 Februari-9 April yang merupakan perokok.

Sebuah studi lain yang diterbitkan akhir Maret di New England Journal of Medicine juga menunjukkan hanya 12,6 persen dari 1.099 orang yang terinfeksi virus adalah perokok, sementara tingkat merokok di China adalah sekitar 28 persen.

Menurut WHO, tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang secara global setiap tahun.

Lebih dari 7 juta kematian ini berasal dari penggunaan tembakau langsung dan sekitar 1,2 juta adalah karena non-perokok yang terpapar perokok pasif.

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 187 negara dan wilayah.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 4,2 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian melebihi 291.000 dan lebih dari 1,4 juta dinyatakan sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5.437 Orang Positif Corona di Jakarta, Bertambah 134 Pasien Hari Ini

5.437 Orang Positif Corona di Jakarta, Bertambah 134 Pasien Hari Ini

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 21:40 WIB

Karyawan PT Sampoerna di Mojokerto Positif Virus Corona, Dijemput Medis

Karyawan PT Sampoerna di Mojokerto Positif Virus Corona, Dijemput Medis

Jatim | Rabu, 13 Mei 2020 | 21:37 WIB

Angina Pektoris Gejala Baru Covid-19 dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Angina Pektoris Gejala Baru Covid-19 dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 21:25 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB