Bisakah Bedakan Jamu Original dengan Jamu yang Sudah Dicampur Zat Kimia?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 14 Mei 2020 | 13:30 WIB
Bisakah Bedakan Jamu Original dengan Jamu yang Sudah Dicampur Zat Kimia?
Ilustrasi jamu (Shutterstock)

Suara.com - Bisakah Bedakan Jamu Original dengan Jamu yang Sudah Dicampur Zat Kimia?

Jamu yang berasal dari tanaman tradisional memiliki banyak manfaat. Khasiat jamu juga sudah dibuktikan dan sudah digunakan sejak zaman nenek moyang. Meski demikian, penelitian terkait jamu masih terbilang sedikit.

Sayangnya, khasiat jamu kadang tercemar dengan ulah nakal oknum yang mencampur jamu dengan zat kimia berbahaya. Hal tersebut bukan hanya mengurangi khasiat jamu tetapi juga bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Sebut saja zat kimia atau bahan buatan seperti pemanis, pewarna hingga pengawet. 

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Jamu Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDOTJI) dr. Inggrid Tania mengatakan cukup sulit untuk membedakan jamu yang sudah tercampur zat kimia dan yang belum. Tapi bagi yang sudah berpengalaman, hal tersebut akan lebih mudah.

"Dia biasanya sudah pengalaman banget merasakan minuman herbal atau jamu sehingga bisa tahu kalau dikasih zat pemanis buatan oh rasanya kok beda, atau kalau dari warna, kalau dia sudah pengalaman minum minuman jamu atau herbal alami biasanya tahu warnanya yang ini alami, yang ini dikasih zat pewarna," ujar dr. Tania beberapa waktu lalu dalam diskusi online.

Jamu juga merupakan ramuan yang kadang takarannya tidak terukur. Oleh sebab itulah, Tania menyarankan untuk membeli jamu atau minuman herbal dari produsen atau penjual yang terpercaya.

"Kita tahu dia bikinnya higienis, bikin dengan bahan alami, tanpa bahan tambahan buatan, terus juga masalah lain kenapa kita butuh kepercayaan terhadap produsennya," jelasnya.

Tania mengatakan pada dasarnya minuman herbal cair yang segar dan dibuat langsung itu tidak membutuhkan izin edar dari BPOM. Seperti halnya jamu gendong, karena itulah mengonsumsi minuman herbal ini tidak bisa mengandalkan izin BPOM.

baca juga

"Dalam hal ini kita tidak bisa mengandalkan, oh karena ini di botolnya nggak ada izin edar BPOM maka tidak aman. Kita nggak bisa, jadi sekadar mengandalkan kepercayaan kepada produsennya," ungkapnya.

Selebihnya mengatasi kerentanan ini kata Tania, BPOM dan Kemenkes sudah melakukan pembinaan bagi pengusaha kecil, UMKM termasuk penjual jamu gendong dalam memproduksi jamu herbal.

"Saya cuma bisa kasih kiat harus ada cukup kepercayaan kepada produsennya bahwa dia memproduksi minuman herbal secara higienis dengan bahan-bahan yang alami," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Jamu Setiap Hari Bisa Bikin Lebih Cantik Loh, Ini Alasannya

Minum Jamu Setiap Hari Bisa Bikin Lebih Cantik Loh, Ini Alasannya

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 22:05 WIB

Presiden Tanzania Berencana Impor Jamu Penangkal Covid-19 dari Madagaskar

Presiden Tanzania Berencana Impor Jamu Penangkal Covid-19 dari Madagaskar

News | Senin, 04 Mei 2020 | 14:57 WIB

Minum Jamu Beras Kencur Bikin Gemuk? Ini Faktanya

Minum Jamu Beras Kencur Bikin Gemuk? Ini Faktanya

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×