Pandemi, 98 Persen Lebih PAUD Selenggarakan Pembelajaran dari Rumah

Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 16 Mei 2020 | 17:50 WIB
Pandemi, 98 Persen Lebih PAUD Selenggarakan Pembelajaran dari Rumah
Ilustrasi murid PAUD [Dokumen Internal]

Suara.com - Pandemi, 98 Persen Lebih PAUD Selenggarakan Pembelajaran dari Rumah

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Hasbi mengatakan sekitar 98,4 persen satuan PAUD telah menyelenggarakan pembelajaran di rumah selama pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran luar biasa, yang mana anak usia dini pun diminta belajar dari rumah," ujar Hasbi dalam webinar "Wajah Baru PAUD di Indonesia Pasca-Pandemi Covid-19: Sinergi Sekolah dan Keluarga" yang diselenggarakan PG PAUD Uhamka di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Metode pembelajaran dari rumah yang dilakukan satuan PAUD yakni sebanyak 35,3 persen melalui penugasan melalui orangtua, 15,5 persen dilaksanakan oleh orangtua, dan sebanyak 14 persen dilakukan melalui kunjungan guru ke rumah.

"Selanjutnya pembelajaran melalui TVRI sebanyak 19,9 persen dan pembelajaran melalui platform pembelajaran daring seperti Rumah Belajar maupun Anggun PAUD sebanyak 13,2 persen," terang dia seperti yang Suara.com lansir di Antara.

Hasbi menambahkan hasil survei itu menunjukkan bahwa guru dan orangttua belum memiliki alternatif yang banyak, sehingga kunjungan ke rumah masih jadi alternatif yang bisa dilakukan.

Jenis kegiatan yang dilakukan selama belajar dari rumah untuk jenjang PAUD, sebagian besar dilakukan kegiatan yang tidak membutuhkan kemampuan pedagogik. Seperti menggambar, menonton televisi, beribadah maupun bernyanyi.

Sementara kegiatan yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis, bermain dengan kreasi, maupun yang lain belum menjadi pilihan bagi orang tua dan guru selama belajar dari rumah.

"Selain itu, masih ada guru yang menggunakan metode Lembar Kerja Siswa (LKS), yang dikhawatirkan dapat merusak potensi anak," tambahnya.

Tantangan utama pembelajaran daring selama pandemi Covid-19, kata Hasbi, yakni ketersediaan jaringan internet, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi orangtua yang memang tidak dipersiapkan untuk menjadi pendidik di rumah serta kurangnya kemampuan pedagogik guru, dan lainnya.

Untuk itu, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Dr Desvian Bandarsyah MPd, meminta sinergi antara rumah dan sekolah terus diperbaiki.

Hal itu karena selama ini rumah hanya menjadi tempat persinggahan semata. Bukan dijadikan tempat persemaian anak-anak. "Sementara sekolah tidak menjadi bagian dari rumah," kata Desvian.

Untuk itu, perlu ada perbaikan hubungan antara sekolah dan rumah sehingga menjadi hubungan yang bersifat komplementer dan saling menopang.

Wakil PPA Majelis Dikdasmen Aisyiyah, Dr Chandrawaty, mengatakan lembaga PAUD perlu mengubah pola pikir pascapandemi Covid-19.

"Sebagai pengelola PAUD harus memperhatikan generasi digital. Guru juga memiliki tantangan sendiri agar tidak gagap teknologi. Pemanfaatan teknologi harus bagian dalam pengelolaan PAUD," kata Chandrawaty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdampak Covid-19, dr Tirta Bongkar Tabungan S2 untuk Bayar THR Pegawai

Terdampak Covid-19, dr Tirta Bongkar Tabungan S2 untuk Bayar THR Pegawai

Jogja | Sabtu, 16 Mei 2020 | 16:13 WIB

Sadis, Penumpang Maskapai Ini Turun 99 Persen Gegara Pandemi Corona!

Sadis, Penumpang Maskapai Ini Turun 99 Persen Gegara Pandemi Corona!

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2020 | 14:37 WIB

Konser BPIP saat Wabah Covid-19 Panen Kritik: Gaji Gede Cuma Begini?

Konser BPIP saat Wabah Covid-19 Panen Kritik: Gaji Gede Cuma Begini?

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 14:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB