Mantap! LIPI Akan Uji Obat Herbal Penguat Imunitas untuk Pasien Covid-19

M. Reza Sulaiman

Senin, 18 Mei 2020 | 13:26 WIB
Mantap! LIPI Akan Uji Obat Herbal Penguat Imunitas untuk Pasien Covid-19
Ilustrasi obat herbal untuk pasien Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Mantap! LIPI Akan Uji Obat Herbal Penguat Imunitas untuk Pasien Covid-19

Khasiat obat herbal dari Indonesia untuk meningkatkan imunitas akan diuji secara ilmiah oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Rencananya, pengujian akan dilakukan kepada pasien virus Corona Covid-19.

Obat penguat imunitas, biasa juga disebut sebagai imunomodulator, akan diberikan pada 90 pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Jakarta.

"Uji klinik difokuskan pada pasien pneumonia ringan yang mana sistem imun masih ada yang bisa melawan SARS-CoV-2, dan dengan bahan herbal ini kita bisa meningkatkan sistem imun," kata peneliti LIPI Masteria Yunovilsa Putra selaku koordinator penelitian dan pengembangan imunomodulator dari bahan herbal untuk penanganan COVID-19 dalam seminar daring di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Masteria mengatakan ada dua produk imunomodulator yang sedang dikembangkan, yakni produk berbahan jamur cordyceps (Cordyceps militaris) serta produk yang dibuat dari ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.), meniran (Phylanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), dan sembung (Blumea balsamifera).

"Berdasarkan kajian yang kita kerjakan, kedua produk ini mempunyai sifat imunomodulator yakni meningkatkan sistem imun," katanya.

Ia memaparkan bahwa jamur cordyceps mengandung senyawa aktif cordycepin, adenosine, dan polisakarida. Cordycepin bisa menjadi antiinflamasi dan antivirus, adenosine berpotensi menjadi antivirus dan memiliki aktivitas anti-aritmia, dan polisakarida memiliki aktivitas imunomodulator, antioksidan, anti-tumor dan anti-aging.

Tanaman herbal yang digunakan untuk membuat produk imunomodulator juga mengandung senyawa-senyawa yang bisa membantu tubuh melawan serangan virus.

Masteria mengatakan, uji klinik penggunaan imunomodulator herbal pada pasien COVID-19 akan dilakukan selama 14 hari terhitung dari hari pertama semenjak pasien diberi produk tersebut.

Jamur Cordyceps diteliti sebagai obat corona covid-19. (Shutterstock)
Jamur Cordyceps diteliti sebagai obat corona covid-19. (Shutterstock)

Perekrutan pasien untuk uji klinik produk imunomodulator itu, menurut dia, dapat dimulai pekan depan atau paling cepat setelah Lebaran.

"Kita lebih fokus mengobati Covid-19 dengan meningkatkan sistem imun," tutur Masteria.

Dia berharap hasil uji klinik tersebut sudah didapat pada Juli atau Agustus 2020. Kalau terbukti efektif untuk mendukung pemulihan pasien COVID-19, produk imunomodulator herbal tersebut akan digunakan dalam penanggulangan COVID-19.

"Kita berharap ini nanti kesembuhan di atas 80-90 persen tapi itu perlu kita uji hipotesisnya atau kita uji secara klinis," tuturnya.

Masteria mengatakan bahwa kalau berdasarkan uji klinik imunomodulator herbal itu terbukti membantu pemulihan pasien COVID-19, maka PT Kalbe Farma akan memproduksinya untuk memenuhi kebutuhan nasional.

LIPI melakukan uji klinik penggunaan imunomodulator herbal pada pasien Covid-19 bekerja sama dengan Kalbe, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Universitas Gadjah Mada, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, serta Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengencer Darah Disebut Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Kritis Covid-19

Pengencer Darah Disebut Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Kritis Covid-19

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 13:19 WIB

Keren! Produsen Alat Kebugaran Siap Bikin Ventilator untuk Pasien Covid-19

Keren! Produsen Alat Kebugaran Siap Bikin Ventilator untuk Pasien Covid-19

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 10:15 WIB

Hutama Karya Klaim Tak Ada Pegawainya yang Positif Covid-19

Hutama Karya Klaim Tak Ada Pegawainya yang Positif Covid-19

Bisnis | Senin, 18 Mei 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB