Studi: Monyet Tunjukkan Reaksi Antibodi setelah Infeksi Kedua dan Vaksin

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Kamis, 21 Mei 2020 | 12:25 WIB
Studi: Monyet Tunjukkan Reaksi Antibodi setelah Infeksi Kedua dan Vaksin
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Dua studi pada monyet yang diterbitkan Rabu (20/5/2020) kemarin memberikan hasil cukup menjanjikan. Pasalnya monyet-monyet tersebut mampu mengembangkan antibodi melalui dua metode penelitian. 

Dilansir dari Boston Globe, penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Science.

Pada penelitian pertama, para peneliti menginfeksi virus corona ke sembilan monyet yang telah pulih dari Covid-19. Hasilnya, para peneliti itu tidak menemukan infeksi pada monyet.

"Temuan ini menunjukkan bahwa mereka mengembangkan kekebalan alami yang melindungi terhadap paparan ulang virus corona," kata Dr. Dan Barouch, seorang peneliti di Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Pusat Medis Deaconness Beth Israel di Harvard, Boston.

"Ini berita yang sangat bagus," kata Barouch.

Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Sementara studi kedua, Barouch dan rekannya menguji 25 monyet dengan enam vaksin prototipe untuk melihat apakah antibodi yang diproduksi sebagai respons adalah pelindung.

Mereka kemudian menginfeksi SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) pada monyet-monyet tersebut dengan perbandingan 10 hewan kontrol.

Semua hewan kontrol menunjukkan tingkat virus yang tinggi di hidung dan paru-paru mereka.

"Tetapi pada hewan yang divaksinasi, kami melihat tingkat perlindungan yang substansial," kata Barouch.

baca juga

Delapan dari hewan yang divaksinasi sepenuhnya terlindungi dari virus corona.

Studi-studi ini telah ditinjau oleh rekan sejawat, tetapi belum membuktikan bahwa manusia mengembangkan kekebalan seperti monyet.

"Data ini akan dilihat sebagai kemajuan ilmiah," kata Barouch.

Nelson Michael, direktur Pusat Penelitian Penyakit Menular di Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed dan anggota Gugus Tugas virus corona Gedung Putih, mengatakan ia terkesan dengan hasil penelitian tersebut.

"Jika vaksin DNA dapat bekerja, maka itu benar-benar membantu dan mungkin bisa digunakan," kata Michael.

"Peneliti Barouch juga menemukan hubungan langsung antara tingkat antibodi pada monyet yang divaksinasi dan tingkat perlindungan dari infeksi, Itu cawan suci dalam pengembangan vaksin," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Serbu Pasar Jelang Lebaran, PDI-P: Pemprov DKI Tak Tegas

Warga Serbu Pasar Jelang Lebaran, PDI-P: Pemprov DKI Tak Tegas

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 10:21 WIB

PKS Soal Maklumat Kapolri: Jangan Hanya Tegas ke Masjid, yang Lain Tidak

PKS Soal Maklumat Kapolri: Jangan Hanya Tegas ke Masjid, yang Lain Tidak

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 10:21 WIB

Keren! Uni Emirat Arab Kembangkan Alat Tes Covid-19 dengan Teknologi Laser

Keren! Uni Emirat Arab Kembangkan Alat Tes Covid-19 dengan Teknologi Laser

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 10:15 WIB

Terkini

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×