Demi Pelajari Patogen, China Siap Bangun Laboratorium P3 di Setiap Provinsi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:39 WIB
Demi Pelajari Patogen, China Siap Bangun Laboratorium P3 di Setiap Provinsi
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Suara.com - China berencana membangun satu laboratorium penelitian P3, di setiap provinsi. Gunanya untuk meningkatkan kemampuan pengendalian epidemi dan melindungi kesehatan masyarakat.

Laboratorium P3 memiliki standar keamanan biologis tertinggi kedua, setelah laboratorium P4 yang ada di Institut Virologi Wuhan. Laboratorium itu dirancang untuk mempelajari patogen yang dapat menyebabkan penyakit di udara, yang parah atau berpotensi mematikan.

Usulan itu muncul di tengah meningkatnya pengawasan internasional terhadap asal-usul pandemi virus Corona (Covid-19) yang dimulai di Wuhan, China, pada Desember lalu.

Usulan untuk membangun laboratorium P3 di setiap provinsi dirilis oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional dalam sebuah pemberitahuan.

Sebelumnya, politisi Amerika Serikat mengklaim bahwa virus mematikan ini mungkin telah "melarikan diri" dari Institut Virologi Wuhan yang memiliki laboratorium P3 dan P4 dengan tingkat yang lebih tinggi.

China berulang kali membantah tuduhan itu. Beijing menegaskan bahwa Organisasi Kesehatan Manusia (WHO) tidak menemukan bukti bahwa virus Corona adalah buatan manusia.

Menurut Lab Manager, laboratorium P3 akan dapat menangani agen, seperti virus demam kuning dan virus West Nile. China sebelumnya juga mempelajari virus Corona untuk SARS di laboratorium P3 sebelum membangun P4 di Wuhan pada 2015.

Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Pemerintah pusat mengatakan bahwa pandemi virus Corona telah "mengekspos kekurangan" kemampuan China dalam mengendalikan dan mencegah epidemi besar. Pemerintah menganggap tindakan perlu diambil untuk membangun perisai efektif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, lebih banyak laboratorium P3 akan diperlukan untuk menguji patogen infeksius.

Dilansir laman Sound Health and Lasting Wealth, Jumat (22/5/2020), China juga akan membangun laboratorium P2 di setiap kota yang dapat meneliti organisme menular dengan tingkat bahaya sedang.

baca juga

Rencana tersebut juga memberikan instruksi tentang bagaimana meningkatkan kemampuan perawatan rumah sakit tingkat kabupaten, mengembangkan jaringan perkotaan untuk menangani epidemi, dan meningkatkan basis medis dalam menanggapi wabah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Virus Corona Pertama di Wuhan Bukan dari Hewan, tapi Manusia

Peneliti: Virus Corona Pertama di Wuhan Bukan dari Hewan, tapi Manusia

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 11:27 WIB

Kepala Laboratorium Wuhan Buka-bukaan Soal Asal Usul Virus Corona Covid-19

Kepala Laboratorium Wuhan Buka-bukaan Soal Asal Usul Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 23:00 WIB

Disebut jadi Sumber Virus Corona, Laboratorium Wuhan Ungkapkan Faktanya

Disebut jadi Sumber Virus Corona, Laboratorium Wuhan Ungkapkan Faktanya

Tekno | Rabu, 13 Mei 2020 | 07:30 WIB

Ahli Memperingatkan Peternakan Hewan Bisa Sebabkan Pandemi Baru

Ahli Memperingatkan Peternakan Hewan Bisa Sebabkan Pandemi Baru

Health | Minggu, 10 Mei 2020 | 16:28 WIB

Peneliti: 4 Alasan untuk Tidak Percaya Virus Corona dari Laboratorium Wuhan

Peneliti: 4 Alasan untuk Tidak Percaya Virus Corona dari Laboratorium Wuhan

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 19:30 WIB

Para Ahli Khawatirkan Wabah Salamander, Patogen yang Mirip Virus Corona

Para Ahli Khawatirkan Wabah Salamander, Patogen yang Mirip Virus Corona

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 08:58 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

×