Hits Health: Gelombang Kedua Covid-19, Obat Generik Sama dengan Obat Paten

M. Reza Sulaiman
Hits Health: Gelombang Kedua Covid-19, Obat Generik Sama dengan Obat Paten
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Simak berita kesehatan menarik hari ini, Jumat 22 Mei 2020, mulai dari perbedaan obat generik dan obat paten hingga gelombang kedua Covid-19.

Suara.com - Hits Health: Gelombang Kedua Covid-19, Obat Generik Sama dengan Obat Paten

Pakar memprediksi gelombang kedua virus Corona Covid-19 bakal lebih mengerikan daripada pandemi saat ini. Waduh, apa sebabnya?

Ada juga penjelasan soal mitos obat paten yang disebut lebih ampuh daripada obat generik, padahal tidak demikian.

Simak berita kesehatan menarik hari ini, Jumat 22 Mei 2020:

1. Ngeri, Gelombang Kedua Covid-19 di China: Virus Lebih Sulit Dideteksi

Kegiatan belajar mengajar di China kembali dibuka, Senin (27/4/2020). [AFP]
Kegiatan belajar mengajar di China kembali dibuka, Senin (27/4/2020). [AFP]

Beberapa provinsi di China kini tengah bersiap untuk kembali di-lockdown, setelah kelompok baru Covid-19 telah terdeteksi.

Pasien dari kelompok baru di provinsi timur laut Jilin dan Heilongjian tampaknya membawa virus untuk jangka waktu yang lebih lama dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Masa inkubasi virus dikatakan rata-rata sekitar 14 hari, tetapi kasus-kasus dalam kluster baru di wilayah timur laut ini tampaknya membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan gejala.

Baca selengkapnya

2. Jangan Percaya Rumor, Kualitas Obat Generik Sama dengan Obat Paten!

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Ketika Anda sakit, antara obat generik dan obat paten, mana yang akan pilih? Beberapa orang mungkin akan lebih memilih obat paten, dengan alasan kualitas.

Tapi, benarkah obat paten lebih efektif daripada obat generik?

Baca selengkapnya

3. Alhamdulillah, Tidak Ada Kasus Baru Virus Corona di Padang Hari Ini

Sejumlah pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh melakukan tes tekanan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) ketika hendak mendonorkan plasma darahnya Kupang, NTT, Selasa (19/5).  [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha]
Sejumlah pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh melakukan tes tekanan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) ketika hendak mendonorkan plasma darahnya Kupang, NTT, Selasa (19/5). [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha]

Kepala Dinkes Padang, Ferimulyani Hamid mengatakan hari ini 22 Mei 2020, tidak ada kasus baru virus Corona. Bahkan, 13 pasien yang sedang dirawat dinyatakan sembuh.

"Alhamdulillah hari ini nol kasus baru dan terdapat 13 pasien yang telah sembuh sehingga total pasien yang sudah sehat mencapai 87 orang ," kata Ferimulyani.

Ia menyampaikan pasien yang telah sembuh berdomisili di Kecamatan Koto Tangah satu kasus, Lubuk Begalung empat kasus, Padang Barat satu kasus dan Kuranji tujuh kasus.

Baca selengkapnya

4. Koma 2 Minggu karena Corona, Drummer Death Angel Mengaku Dihukum Iblis

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Anda tentu pernah mendengar kisah-kisah menarik dari orang-orang yang kembali setelah mengalami koma. Bahkan, beberapa mengaku diperlihatkan bagaimana keadaan neraka yang sebenarnya.

Berdasarkan Mayo Clinic, koma merupakan kondisi tidak sadar berkepanjangan yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah, seperti cedera kepala traumatis, stroke, tumor otak, keracunan obat atau alkohol, atau bahkan penyakit penyerta, seperti diabetes atau infeksi.

Baca selengkapnya

5. 109 Tenaga Kesehatan di Sumsel Dipecat karena Tak Mau Rawat Pasien Covid-19

Ilustrasi tenaga medis merawat pasien Covid-19. (AFP)
Ilustrasi tenaga medis merawat pasien Covid-19. (AFP)

Sebanyak 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diberhentikan setelah diduga tidak mau merawat pasien positif Covid-19.

Informasi pemecatan 109 nakes di rumah sakit milik pemerintah daerah itu viral setelah surat pemecatannya beredar luas di media sosial. Lalu, apa kata pihak rumah sakit?

Direktur Utama RSUD Ogan Ilir, dr Roretta Arta membenarkan pemecatan 109 tenaga medisnya. Salah satunya karena mereka tidak mau masuk kerja saat rumah sakit sedang membutuhkan.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS