Hits: Rumor Bedak Bayi Sebabkan Kanker, Alat Tes Covid-19 Teknologi Laser

Vania Rossa
Hits: Rumor Bedak Bayi Sebabkan Kanker, Alat Tes Covid-19 Teknologi Laser
Gawat! Bedak Bayi Bisa Memicu Kanker (shutterstock)

Simak 5 berita hits kesehatan hari ini, Jumat (22/5/2020)!

Suara.com - Belakangan, rumor yang mengatakan bahwa bedak bayi dapat menyebabkan kanker, terutama kanker ovarium, kembali menyeruak. Rumor semakin berkembang ketika puluhan ribu orang penderita kanker ovarium di Amerika menuntut perusahaan Johnson & Johnson dengan tuduhan produk mereka menyebabkan kanker. Lalu, apakah bedak bayi kini tak boleh lagi digunakan?

Selain berita soal bedak bayi, ada pula berita seputar perkembangan alat-alat tes virus Corona Covid-19 yang semakin maju. Salah satunya adalah alat tes Covid-19 dengan teknologi laser yang dikembangkan Uni Emirat Arab.

Simak berita selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Rumor Bedak Bayi Bisa Sebabkan Kanker, Begini Cara Aman Menggunakannya!

ilustrasi bedak bayi. (Shutterstock)
ilustrasi bedak bayi. (Shutterstock)

Bedak tabur tidak hanya digunakan oleh bayi saja, tetapi juga orang dewasa. Namun sayangnya, ada rumor yang mengatakan bahwa bedak bayi dapat menyebabkan kanker, terutama kanker ovarium.

Rumor semakin berkembang ketika puluhan ribu orang penderita kanker ovarium di Amerika menuntut perusahaan Johnson & Johnson dengan tuduhan produk mereka menyebabkan kanker.

Baca selengkapnya

2. Keren! Uni Emirat Arab Kembangkan Alat Tes Covid-19 dengan Teknologi Laser

Beberapa warga melakukan tes Corona di Kota Batam. [Antara]
Beberapa warga melakukan tes Corona di Kota Batam. [Antara]

Keren! Uni Emirat Arab Kembangkan Alat Tes Covid-19 dengan Teknologi Laser

Perkembangan alat-alat tes virus Corona Covid-19 semakin maju. Salah satunya adalah alat tes Covid-19 dengan teknologi laser yang dikembangkan Uni Emirat Arab.

Baca selengkapnya

3. Studi: Jarak Sosial 2 Meter Tak Cukup, Orang Pendek Bisa Lebih Berisiko

Penumpang Commuterline duduk saling menjaga jarak atau Social Distancing di Stasiun Duri, Jakarta, Jumat (3/4).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Penumpang Commuterline duduk saling menjaga jarak atau Social Distancing di Stasiun Duri, Jakarta, Jumat (3/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Studi baru menunjukkan, bahwa jaga jarak hingga dua meter menjadi tidak cukup untuk menghentikan transmisi virus corona. Hal tersebut disebabkan oleh angin yang bisa membawa tetesan liur di antara orang-orang yang terinfeksi virus corona.

Melansir dari South China Morning Post (SCMP), studi tersebut diterbitkan Selasa (19/5/2020) pada jurnal Physics of Fluids. Penelitian tersebut mengingatkan banyak otoritas kesehatan untuk kembali memikirkan pedoman kesehatan yang sesuai.

Baca selengkapnya

4. Mengenal Maskne, Jerawat Akibat Sering Pakai Masker dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi jerawat yang muncul akibat keseringan pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi jerawat yang muncul akibat keseringan pakai masker. (Shutterstock)

Mengenal Maskne, Jerawat yang Muncul Akibat Keseringan Pakai Masker

Imbauan pemerintah untuk selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah kini menimbulkan masalah baru bagi para perempuan, yakni munculnya jerawat dan bruntusan atau breakout di wajah.

Baca selengkapnya

5. Ibu Hamil Makan Kacang Hijau Lahirkan Bayi Rambut Lebat, Mitos atau Fakta?

Ibu hamil makan kacang hijau. (Shutterstock)
Ibu hamil makan kacang hijau. (Shutterstock)

Ibu Hamil Makan Kacang Hijau Lahirkan Bayi Rambut Lebat, Mitos atau Fakta?

Indonesia kaya dengan berbagai urban legend. Biasanya hal itu diturunkan dari generasi ke generasi hingga terus ada sampai zaman modern saat ini.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS