Santan Disebut Bisa Tingkatkan Jumlah Kolesterol Baik, Benarkah?

Minggu, 24 Mei 2020 | 15:47 WIB
Santan Disebut Bisa Tingkatkan Jumlah Kolesterol Baik, Benarkah?
Santan punya manfaat bagi kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Santan Disebut Bisa Tingkatkan Jumlah Kolesterol Baik, Benarkah?

Hari raya Idulfitri tak hanya identik dengan tradisi saling memaafkan. Berbagai makanan juga turut menyemarakan perayaan bagi umat Muslim itu.

DI Indonesia masakan yang dihidangkan umumnya berupa, ketupat, opor ayam, dan rendang atau semur sebagai menu lebaran.

Kebanyakan, berbagai hidangan itu menggunakan santan sebagai salah satu bahan dasarnya.

Ilustrasi santan. (Pixabay)
Ilustrasi santan. (Pixabay)

Santan diklasifikasikan sebagai tebal atau tipis berdasarkan konsistensi dan seberapa banyak itu diproses.

Dalam masakan tradisional, santan kental digunakan dalam makanan penutup dan saus kental. Sementara santan encer digunakan dalam sup dan saus encer.

Kebanyakan santan kalengan mengandung kombinasi susu kental dan kental. Ini juga sangat mudah untuk membuat santan Anda sendiri di rumah, menyesuaikan ketebalan sesuai keinginan.

Seperti diketahui, santan sendiri memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Hal ini membuat banyak orang bertanya, apakah santan akan baik bagi kolesterol?

Melansir dari situs Healthline, satu penelitian menunjukkan bahwa santan bermanfaat bagi orang dengan kadar kolesterol normal.

Baca Juga: Jadi Mualaf, 5 Artis Indonesia Ini Rayakan Lebaran untuk Pertama Kalinya

Studi itu dilakukan terhadap 60 laki-laki yang diminta makan bubur santan dan bubur susu kedelai. Hasilnya menunjukan, bubur santan lebih menurunkan kolesterol jahat daripada bubur susu kedelai.

Bubur santan juga meningkatkan kolesterol baik hingga 18 persen, dibandingkan dengan kedelai yangbhanya 3 persen.

Bukan hanya santan, sebagian besar studi tentang minyak kelapa juga terbukti bisa memperbaiki kolesterol jahat dan kolesterol baik. Meskipun dalam beberapa penelitian kadar kolesterol jahat meningkat sebagai respons terhadap lemak kelapa.

Penelitian juga menunjukkan bahwa respons kolesterol terhadap asam laurat dapat berbeda tergantung kondisi masing-masing individu juga pada jumlah makanan bersantan yang dikonsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI