Genom HIV Tertua Ditemukan pada Sampel Jaringan Tahun 1966!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 27 Mei 2020 | 18:30 WIB
Genom HIV Tertua Ditemukan pada Sampel Jaringan Tahun 1966!
Ilustrasi tes darah untuk HIV (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan urutan gen yang hampir lengkap dan tertua dari jenis human immunodeficiency virus (HIV) dalam sampel jaringan dari Republik Demokratik Kongo (DRC).

Sampel jaringan ini telah diambil dan diawetkan pada 1966, membuat urutan HIV menjadi 10 tahun lebih tua dari genom sebelumnya, berasal dari sampel darah yang diambil pada 1976 di DRC.

Urutan gen seperti ini membantu menemukan waktu mutasi genetik pada virus. Mutasi-mutasi itu, pada akhirnya, akan membantu ilmuwan melacak penyebaran virus dan waktu ketika penularan HIV terjadi pada manusia.

Menurut rekan penulis studi dan peneliti postdoctoral dalam bidang virologi evolusioner dan komputasi di Universitas Katolik Leuven (KU Leuven) di Belgia, penemuan urutan gen baru ini sangat sesuai dengan pemahaman peneliti sebelumnya tentang waktu kemunculan HIV.

"Ini bagus untuk diketahui, karena itu berati bahwa model evolusi kita yang selalu kita terapkan pada urutan virus berfungsi dengan baik," katanya, dikutip dari Live Science.

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Studi ini dipimpin oleh ahli biologi evolusi University of Arizona Michael Worobey, bersama dengan rekan-rekannya dari Belgia, Amerika Serikat dan DRC.

Mereka menganalisis 1.645 spesimen biopsi yang dikumpulkan di Afrika Tengah antara 1958 dan 1966 untuk keperluan mendiagnosis kondisi medis.

Menggunakan metode PCR yang sangat sensitif, peneliti mencari petunjuk genom HIV. Mereka hanya menemukan satu, urutan dalam biopsi kelemjar getah bening dari seorang pria berusia 38 tahun.

Munculnya virus

Berdasarkan sekuensing genetik dari sampel virus, HIV pertama kali ditemukan pada manusia di Afrika Tengah sekitar awal 1900-an, menular dari simpanse.

Ada beberapa jenis virus, tetapi yang menyebabkan 95% kasus di seluruh dunia adalah subkelompok HIV-1 M. Lebih dari 32 juta orang meninggal karena AIDS, penyakit yang disebabkan HIV, sejak pandemi dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Mengejutkan Hepatitis C, Penderitanya 2 Kali Lebih Banyak dari HIV

Fakta Mengejutkan Hepatitis C, Penderitanya 2 Kali Lebih Banyak dari HIV

Health | Selasa, 28 April 2020 | 19:10 WIB

Hati-hati, Trauma Masa Kecil Berisiko HIV Saat Dewasa, Kok Bisa?

Hati-hati, Trauma Masa Kecil Berisiko HIV Saat Dewasa, Kok Bisa?

Health | Rabu, 15 April 2020 | 09:45 WIB

Duh, Peneliti Khawatir Covid-19 Bisa Hancurkan Kekebalan Tubuh Seperti HIV

Duh, Peneliti Khawatir Covid-19 Bisa Hancurkan Kekebalan Tubuh Seperti HIV

Health | Minggu, 12 April 2020 | 19:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB