Antripolog Biologi: Perlu Pendekatan Baru Soal Kesehatan Mental

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 27 Mei 2020 | 19:00 WIB
Antripolog Biologi: Perlu Pendekatan Baru Soal Kesehatan Mental
Ilustrasi depresi

Suara.com - Para dari peneliti antropologi biologi Universitas Negeri Washington mengusulkan pendekatan baru untuk penyakit mental. Peneliti mencatat bahwa psikologi modern dan khususnya penggunaan obat-obatan seperti antidepresan, sebagian besar telah gagal mengurangi prevalensi gangguan mental.

Dilansir dari Medical Xpress, prevalensi global gangguan depresi mayor dan gangguan kecemasan tetap stabil masing-masing sebesar 4,4 persen dan 4 persen dari tahun 1990 hingga 2010.

Para penulis juga berteori bahwa depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) mungkin merupakan respons terhadap kesulitan. Oleh karena itu, hanya mengobati sakit psikis dari masalah ini dengan obat-obatan tidak akan menyelesaikan masalah yang mendasarinya.

"Rasa sakit bukanlah penyakit, rasa sakit adalah fungsi yang memberi tahu Anda ada masalah," kata Kristen Syme, penulis utama penelitian tersebut.

"Depresi, kecemasan dan PTSD sering melibatkan ancaman atau paparan kekerasan, yang merupakan sumber yang dapat diprediksi untuk hal-hal yang kita sebut penyakit mental," katanya.

"Sebaliknya, mereka lebih mirip fenomena sosiokultural, jadi solusinya tidak selalu memperbaiki disfungsi pada otak seseorang. Tetapi memperbaiki disfungsi di dunia sosial," tambah Syme.

Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

Syme dan rekan penulis Edward Hagen menganjurkan antropologi biologi sebagai cara pandang baru untuk membantu menemukan solusi yang efektif pada kesehatan mental. Terutama untuk beberapa masalah yang mungkin bersifat sosial.

"Penelitian kesehatan mental masih sangat terjebak dalam pandangan yang keluar dari abad ke-19 dan dihidupkan kembali pada tahun 1980, dari mengklasifikasikan segala sesuatu dengan gejala," kata Hagen, seorang profesor WSU antropologi evolusi dan penulis penelitian.

"Meskipun kami menggunakan pengukuran baru, seperti genetika, biomarker dan pencitraan, ini masih belum menambah wawasan yang diperlukan untuk benar-benar meningkatkan kehidupan masyarakat," tambahnya.

baca juga

Di antara masalah yang lebih bermasalah, para peneliti menunjuk ke teori ketidakseimbangan kimiawi dari depresi yang telah membantu menciptakan obat-obatan antidepresan untuk memodulasi bahan kimia tertentu di otak.

Sebuah meta-analisis besar dari uji antidepresan pada 2018 menemukan bahwa antidepresan memiliki efek yang hampir sama dengan plasebo dan penggunaannya yang luas belum memberikan hasil yang terukur.

Misalnya, di Australia saja, penggunaan antidepresan meningkat 352 persen dari tahun 1990 hingga 2002, namun belum ada pengurangan prevalensi mood, kecemasan atau gangguan penggunaan narkoba di negara manapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap,Ini 3 Fase yang Mesti Dilalui Saat Mulai Hidup New Normal

Siap-siap,Ini 3 Fase yang Mesti Dilalui Saat Mulai Hidup New Normal

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 18:45 WIB

Awas, Kebanyakan Makan Makanan Tinggi Gula Berisiko Depresi!

Awas, Kebanyakan Makan Makanan Tinggi Gula Berisiko Depresi!

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 04:45 WIB

Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Ternyata Bisa Bikin Depresi, Lho!

Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Ternyata Bisa Bikin Depresi, Lho!

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 13:42 WIB

Terkini

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

×