Waspada Gejala Overdosis Vitamin D, Bisa Jadi Ada Rasa Logam di Mulut!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 31 Mei 2020 | 15:05 WIB
Waspada Gejala Overdosis Vitamin D, Bisa Jadi Ada Rasa Logam di Mulut!
vitamin D (shutterstock)

Suara.com - Vitamin D sangat baik untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh, pertumbuhan, penyerapan magnesium dan kesehatan tulang. Tapi, overdosis vitamin D bisa menyebabkan reaksi yang merugikan.

Sejak wabah virus corona Covid-19, banyak orang keluar rumah untuk berjemur pagi hari yang dipercaya bisa memberikan formula vitamin D secara alami.

Selain paparan sinar matahari, vitamin D juga tersedia dalam makanan yang dikonsumsi, seperti salmon, daging merah dan kuning telur.

Banyak pula suplemen vitamin D yang dijual di toko-toko kesehatan. Tapi, bagaimana seseorang tahu dirinya overdosis vitamin D?

NHS mengatakan sebagian besar orang bisa mendapatkan vitamin D untuk kulit dari sinar matahari selama akhir Maret hingga September.

Tapi, asupan vitamin D yang dikombinasikan dengan diet dan suplemen bisa menimbulkan gejala-gejala overdosis. Adapun ambang batas toksisitas sekitar 200ng/mL, jadi lebih tinggi dari itu bisa menyebabkan hiperkalsemia.

Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]
Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]

Hiperkalsemia adalah kelebihan kalsium dalam aliran darah yang bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasinya adalah memiliki rasa logam di mulut.

Selain itu, komplikasi lainnya adalah detak jantung yang tidak teratur, karena sakit kepala terus menerus dan kehilangan nafsu makan.

Beberapa orang mungkin juga akan mengalami kelemahan otot, kelelahan yang tidak bisa jelaskan, lekas marah dan kecemasan.

baca juga

"Kadar kalsium yang tinggi bisa menyebabkan gagal ginjal yang cepat, kehilangan kesadaran, koma atau kelainan irama jantung serius yang mengancam jiwa," kata NHS dikutip dari Express.

Konsumsi suplemen vitamin D jangka panjang atau berlebihan juga bisa menyebabkan keracunan. Bahkan berhenti minum vitamin D juga menyebabkan efek toksisitas yang mungkin hilang setelah berbulan-bulan.

Perlu dipahami pula suplemen vitamin D tidak cocok untuk semua orang. Karena, suplemen ini bisa berinteraksi dengan jenis obat tertentu yang diresepkan.

Misalnya, orang yang menggunakan kolestyramine untuk mengobati kolesterol tinggi harus mewaspadai suplemen vitamin D.

Beberapa kondisi medis juga bisa meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap vitamin D, termasuk kanker, sindrom williams, sarkoidosis dan hipertiroidisme primer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbahaya! Vitamin D Dosis Tinggi Tidak akan Menangkal Virus Corona

Berbahaya! Vitamin D Dosis Tinggi Tidak akan Menangkal Virus Corona

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:18 WIB

Naik Rp 5.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 913.000 per Gram

Naik Rp 5.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 913.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:57 WIB

Dianggap Bisa Tingkatkan Imun Lawan Corona, Ini Efek Samping Vitamin D

Dianggap Bisa Tingkatkan Imun Lawan Corona, Ini Efek Samping Vitamin D

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:29 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×