Moderna Lakukan Uji Vaksin Covid-19 Fase Kedua pada Manusia

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Moderna Lakukan Uji Vaksin Covid-19 Fase Kedua pada Manusia
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Dengan waktu yang cukup cepat, moderna telah melakukan pengujian vaksin fase kedua pada manusia.

Suara.com - Moderna Inc, perushaan bioteknologi berbasis di Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah memberi dosis vaksin pada peserta pertama setiap kelompok usia dengan vaksin Covid-19 dalam studi fase kedua.

Dilansir dari The Jerussalem Post, perusahaan bioteknologi itu menjelaskan bahwa penelitian ini akan mengevaluasi keamanan, reaktivitas, dan imunogenisitas dari dua vaksinasi mRNA-1273 yang diberikan 28 hari secara terpisah.

Sekitar 600 orang diperkirakan akan mengambil bagian dalam penelitian ini. Kurang lebih 300 peserta berusia antara 18 hingga 55 tahun, sementara 300 orang lainnya berumur di atas 55 tahun.

Para peserta akan diberikan plasebo atau dosis 50 atau 100 mikrogram pada setiap vaksinasi yang akan dilacak selama 12 bulan.

Awal bulan Mei Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan penunjukan jalur cepat mRNA-1273.

Kepala ilmuwan perusahaan itu, Tal Zaks mengatakan bahwa ia sudah menduga jika vaksin yang mereka kembangkan akan bekerja dengan baik. Hal tersebut dikarenakan Moderna sebelumnya telah berhasil mengembangkan delapan vaksin untuk penyakit lain, beberapa khusus untuk penyakit pernapasan.

Moderna merilis data awal dari uji coba Fase 1 pada 18 Mei yang menunjukkan bahwa vaksin menghasilkan antibodi pelindung dalam kelompok kecil dari delapan sukarelawan sehat.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Studi ini tidak dirancang untuk membuktikan bahwa vaksin itu bekerja. Tetapi laporan itu memang menawarkan secercah harapan awal bahwa mRNA-1273 Moderna dapat memberikan perlindungan terhadap virus corona baru penyebab Covid-19.

Studi Tahap 1 dipimpin oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), bagian dari National Institutes of Health yang akan mengirimkan data ke publikasi klinis.

Moderna mengatakan dalam rilisnya bahwa perusahaan mengantisipasi kolaborasi dengan NIAID pada studi tahap 3 yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Juli.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS