Sekolah Dibuka Kembali, IDAI Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Pandemi

Vania Rossa | Frieda Isyana Putri
Sekolah Dibuka Kembali, IDAI Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Pandemi
ILUSTRASI. Panduan New Normal di sekolah. (Shutterstock)

Pemerintah berwacana untuk membuka sekolah pada tahun ajaran baru di Juli nanti.

Suara.com - Wacana sekolah dibuka kembali pada awal tahun ajaran baru nanti membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) khawatir. Dan baru-baru ini, IDAI pun mengeluarkan anjuran terkait Kegiatan Belajar Mengajar dalam masa pandemi Covid-19.

Salah satu dari lima poin yang dianjurkan oleh IDAI adalah sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020 nanti.

Dijelaskan lebih jauh oleh Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), konsultan respirologi anak dari Satgas Covid-19 IDAI, ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut.

"Kalau tetap sekolah dibuka bulan Juli oleh pemerintah, kekhawatiran kita adalah akan banyak anak tertular Covid-19 dari orang yang tidak bergejala," tuturnya dalam perbincangan dengan Suara.com, Senin (1/6/2020).

Bisa jadi juga, ketika anak tertular juga tak bergejala, lalu membawa virus tersebut ke rumah, menularkan pada orang di rumah yang mungkin berisiko tinggi.

Sehingga jika penularan tersebut terjadi, dikhawatirkan akan muncul yang disebut second wave atau gelombang kedua dari pandemi Covid-19 ini.

"Karena mulai kembali normalnya aktivitas-aktivitas yang melibatkan banyak orang, tapi proses skriningnya tidak baik, akhirnya justru klaster-klaster baru terjadi di sekolah, kemudian menyebar di rumah, atau sebaliknya," lanjut dr. Nastiti.

Oleh karena itu, untuk bersiap menghadapi new normal dan dibukanya sekolah pada tahun ajaran baru nanti, IDAI telah memberikan pembekalan pada anggota-anggota IDAI di tiap kabupaten di Indonesia.

Sebab, pemerintah telah mengatakan bahwa kebijakan membuka sekolah ini didasarkan oleh zona-zona yang mungkin berbeda di tiap kabupatennya.

Sehingga nanti apabila anggota IDAI akan dimintai komentar atau rekomendasi, akan sesuai dengan provinsi atau kabupatennya. Anggota akan dibekali untuk dapat menganalisis parameter tersebut.

"Kita juga mengedukasi orangtua dan murid serta mengadvokasi pemerintah untuk betul-betul melakukan persiapan dalam pembukaan sekolah," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS