Ilmuwan: Udara Lebih Hangat Kurangi Transmisi Covid-19, Tapi Tak Signifikan

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Ilmuwan: Udara Lebih Hangat Kurangi Transmisi Covid-19, Tapi Tak Signifikan
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Menurut para peneliti AS, kenaikan suhu udara memang berefek pada transmisi virus corona namun dampaknya kurang signifikan.

Suara.com - Suhu yang lebih hangat disebut bisa menurunkan beberapa virus pernapasan, termasuk influenza. Hal ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah suhu pemanasan, kelembaban, dan indeks UV mungkin memperlambat, atau bahkan menghentikan, penyebaran SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dilansir dari Medical Xpress, para peneliti di Rumah Sakit Mount Auburn melihat dampak suhu, curah hujan, dan indeks UV pada tingkat kasus Covid-19 di Amerika Serikat selama musim semi tahun 2020.

Diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, temuan ini mengungkapkan bahwa tingkat Covid-19 menurun dengan suhu yang lebih hangat hingga 52 derajat F, tapi suhu yang lebih hangat dari itu tidak mengurangi penularan penyakit secara signifikan.

Indeks UV yang lebih tinggi juga membantu memperlambat laju pertumbuhan kasus baru, tetapi dampak keseluruhan tetap sangat minim.

Ilustrasi perawatan Covid-19 (Freepik)
Ilustrasi perawatan Covid-19 (Freepik)

Sementara itu, pola curah hujan tampaknya tidak berpengaruh pada penularan virus.

Tim peneliti menganalisis kasus infeksi SARS-CoV-2 yang dilaporkan setiap hari di seluruh Amerika Serikat dari 22 Januari 2020 hingga 3 April 2020. Kemudian mereka memperkirakan hubungan antara suhu, curah hujan, Indeks UV, dengan tingkat peningkatan kasus.

"Sementara tingkat penularan virus dapat melambat karena suhu harian maksimum naik menjadi sekitar 50 derajat F, efek kenaikan suhu di luar itu tampaknya tidak signifikan," kata penulis pertama Shiv T. Sehra, MD, Direktur Program Residensi Pengobatan Internal di Rumah Sakit Mount Auburn dan Asisten Profesor Kedokteran di Harvard Medical School.

"Berdasarkan analisis kami, asosiasi sederhana menunjukkan bahwa tidak mungkin bahwa penularan penyakit akan melambat secara dramatis di bulan-bulan musim panas dari peningkatan suhu saja," tambahnya.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat memburuk pada musim gugur dan musim dingin ketika suhu turun.

"Hasil kami sesuai dengan prediksi itu," kata Sehra.

"Kami juga memperingatkan bahwa penyakit ini mungkin memburuk pada bulan-bulan musim gugur dan musim dingin," tambahnya.

Sementara penelitian sebelumnya tentang SARS-CoV-2 dalam pengaturan laboratorium menunjukkan bahwa virus bertahan untuk durasi yang lebih pendek di suhu yang tinggi dan tidak aktif jika terkena sinar UV.

"Sejauh pengetahuan kami, ini mungkin salah satu studi peer-review pertama yang meneliti pengaruh suhu, curah hujan dan sinar UV dalam hal penularan virus pada populasi umum di seluruh Amerika Serikat," kata Sehra.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS