Kenali Infeksi Bakteri Salmonella, Bisa Fatal jika Tidak Segera Dirawat!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 07 Juni 2020 | 16:18 WIB
Kenali Infeksi Bakteri Salmonella, Bisa Fatal jika Tidak Segera Dirawat!
Infeksi salmonella dari daging unggas [shutterstock]

Suara.com - Salmonellosis, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, adalah salah satu penyakit bawaan makanan yang paling sering dilaporkan di Amerika Serikat.

Bakteri ini hidup di saluran usus hewan, termasuk burung, dan manusia. Orang dapat terinfeksi dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kotoran hewan.

Makanan yang terkontaminasi dengan Salmonella seringkali berasal dari hewan, seperti daging sapi, unggas, susu atau telur, tetapi makanan apa pun dapat terkontaminasi.

Ini jarang memengaruhi rasa, bau, atau penampilan makanan.

Keluarga Salmonella mencakup lebih dari 2.300 serotipe bakteri. Salmonella Typhimurium dan Salmonella Entertidis adalah yang paling umum menginfeksi setengah dari seluruh manusia.

Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]
Ilustrasi infeksi bakteri  [Shuttertsock]

Dilansir CNN Internasional, Salmonella Typhimurium paling sering ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan, sedangkan Salmonella Enteritidis umumnya berkaitan dengan unggas dan telur.

Baru-baru ini, jenis spesifik Salmonella Typhimurium, DT104, telah muncul yang resisten terhadap kebanyakan jenis antibiotik. Salmonella Typhimurium DT104 dapat ditemukan dalam berbagai makanan.

Gejala dan pengobatan

Gejala khas termasuk diare, demam, dan kram perut. Gejala biasanya mulai enam jam hingga empat hari setelah infeksi.

baca juga

Umumnya pasien yang terinfeksi akan sembuh pada tiga sampai tujuh hari dan kasus ringan seringnya tidak memerlukan perawatan profesional. Antibiotik hanya digunakan untuk mengobati kasus yang parah.

Infeksi ini dapat mengancam jiwa terutama untuk anak-anak, wanita hamil dan janin mereka, orang tua, serta orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Bakteri dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan menyebabkan kematian jika tidak dirawat sedari dini.

Sejumlah kecil orang yang terinfeksi Salmonella mengembangkan artritis reaktif. Itu akan menyebabkan buang air kecil menyakitkan, nyeri sendi dan iritasi mata.

Kondisi ini dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan bisa menyebabkan radang sendi kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang Cuci Lap Dapur, Waspada Jadi Sarang Bakteri Salmonella

Jarang Cuci Lap Dapur, Waspada Jadi Sarang Bakteri Salmonella

Health | Rabu, 03 Juli 2019 | 14:43 WIB

Ada Salmonella dan Logam, Produk Susu dan Telur Ini Ditarik dari Pasaran

Ada Salmonella dan Logam, Produk Susu dan Telur Ini Ditarik dari Pasaran

Health | Minggu, 16 Juni 2019 | 18:21 WIB

Banyak Disukai, Ternyata Melon dan Semangka Bisa Picu Infeksi Salmonella

Banyak Disukai, Ternyata Melon dan Semangka Bisa Picu Infeksi Salmonella

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 10:15 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×