Bocorkan Negaranya Punya Vaksin Covid-19, Perkataan Dubes China Disensor

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Senin, 08 Juni 2020 | 10:28 WIB
Bocorkan Negaranya Punya Vaksin Covid-19, Perkataan Dubes China Disensor
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Perkataan Duta Besar China untuk Inggris disensor setelah membocorkan, bahwa negaranya telah memproduksi vaksin Covid-19 pada sekelompok bos perusahaan obat-obatan.

Dilansir dari The Sun, Liu Xiaoming mengatakan China telah maju dalam hal penelitian tentang vaksin. Ia bersikeras bahwa negaranya telah berada pada tahap empat dari proses pembuatan vaksin.

Tahap keempat berarti vaksin siap untuk diluncurkan.

“Kami berada pada fase keempat dari proses. Kami ingin membuat ini tersedia bagi dunia," kata Liu Xiaoming.

Liu mengatakan pada acara webinar yang telah mengejutkan beberapa anggota dari perusahaan obat internasional.

Namun, ketika berbagai media meminta transkrip pertemuan dari kedutaan China itu, pihak kedutaan telah mengedit rekaman transkrip mereka.

Pihak diplomat mengirim dokumen yang telah mengubah kata-kata "fase keempat" menjadi "fase kedua."

Fase dua adalah ketika suatu obat diuji pada manusia selama uji coba.

Dalam pertemuan itu, duta besar juga mengatakan bahwa pihaknya ingin menyediakan vaksin di negara miskin.

baca juga

“Kami ingin vaksin tersedia dan dapat diakses oleh negara-negara miskin dan kurang berkembang," kata dia.

“Kami selalu percaya bahwa Covid-19 telah menyatukan dunia. Kami percaya akan masa depan bersama bagi umat manusia,” tambahnya.

Ungkapan dubes terjadi setelah Oxford melaporkan, bahwa vaksin virus corona dapat siap untuk diberikan dalam bentuk inhaler bulan Juli.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Dalam pertemuan lain, China juga menyatakan akan meningkatkan kerja sama internasional jika berhasil mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19). Hal ini disampaikan Menteri Sains dan Teknologi China, Wang Zhigang dalam jumpa pers di Beijing, China.

Sebelumnya, pemerintah China telah mengalokasikan dana sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 281 miliar untuk Aliansi vaksin dan Imunisasi Global (GAVI), selama periode 2021 hingga 2025.

Langkah ini untuk meningkatkan kerja sama vaksin Covid-19 secara global dalam pengembangannya, sejalan dengan komitmen untuk menyediakan kebutuhan masyarakat global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepatan Pembuatan Vaksin Covid-19 di AS Khawatirkan Para Pakar, Kenapa?

Percepatan Pembuatan Vaksin Covid-19 di AS Khawatirkan Para Pakar, Kenapa?

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 09:56 WIB

Kabar Baik, China Bakal Jadikan Vaksin Covid-19 Barang Bebas Global

Kabar Baik, China Bakal Jadikan Vaksin Covid-19 Barang Bebas Global

Tekno | Senin, 08 Juni 2020 | 06:00 WIB

Potret Gemas Kahiyang Ayu-Sedah Mirah, Perut Kembung Tanda Masalah Serius?

Potret Gemas Kahiyang Ayu-Sedah Mirah, Perut Kembung Tanda Masalah Serius?

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 20:46 WIB

Terkini

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×