Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:46 WIB
Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya
Ilustrasi: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini masyarakat mengaggap bahwa seorang yang batuk pasti memiliki sebuah penyakit.

Kini, sebuah tim kecil peneliti di University of Michigan telah menemukan bahwa tidak mungkin untuk mengidentifikasi penyakit pada seseorang dengan benar hanya dengan mendengarkan mereka batuk. Demikian seperti dilansir dari Medical Xpress.

Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of the Royal Society B, kelompok tersebut menggambarkan sebuah eksperimen yang mereka lakukan dengan sukarelawan yang mendengarkan orang batuk, dan apa yang mereka pelajari darinya.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya. (Shutterstock)

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang memiliki kemampuan untuk mengenali penyakit tertentu pada orang lain.

Hidung berair, mata merah, dan kelelahan yang jernih biasanya merupakan tanda-tanda flu biasa, misalnya.

Selain itu, demam, keringat berkeringat dan jelas kemungkinan tanda-tanda flu.

Mampu mengenali gejala-gejala tersebut membantu orang menghindari orang lain yang sakit, sehingga menghindari menjadi sakit sendiri. Tapi bagaimana dengan batuk?

Bukti anekdotal menunjukkan bahwa orang memiliki kecenderungan untuk menilai tingkat penyakit pada orang lain yang batuk.

Batuk yang keras, panjang, basah, mengeluarkan dahak lebih cenderung dianggap sebagai tanda penyakit, misalnya, daripada batuk sederhana yang cepat bersih.

Baca Juga: Bukan Batuk, Banyak Pasien Covid-19 Alami Anosmia Pada 3 Hari Pertama

Jadi, setelah mendengar batuk orang lain, orang lain cenderung membuat penilaian tentang seberapa sakit menurut mereka orang itu tidak lebih dari suara yang mereka buat.

Namun penilaian seperti itu tampaknya salah arah.

Dalam upaya baru ini, para peneliti menguji sukarelawan untuk melihat apakah mereka benar-benar dapat mengetahui perbedaan antara orang yang batuk karena menggelitik tenggorokan versus mereka yang benar-benar menderita penyakit.

Selama pandemi, saat penyakit yang sering kali pertama kali dicatat oleh batuk, mungkin terbukti bermanfaat jika orang dapat mengetahui apakah batuk disebabkan oleh Covid-19.

Pekerjaan yang terlibat mengumpulkan banyak sampel orang batuk di video YouTube.

Mereka kemudian memutar klip secara individual ke 200 sukarelawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI