Orang Positif Virus Corona di Inggris 80 Persen Tanpa Gejala, Dikarantina?

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:49 WIB
Orang Positif Virus Corona di Inggris 80 Persen Tanpa Gejala, Dikarantina?
Pentingnya jaga jarak untuk menghindari droplet virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Sekretatis Health and Social Care Inggris, Matt Hancock menyatakan bahwa sekitar 80 persen orang yang dites positif virus corona dilaporkan tanpa gejala.

Dilansir dari The Sun, Kantor Statistik Nasional telah melakukan survei menggunakan tes swab untuk menentukan berapa banyak orang dari seluruh Inggris yang terinfeksi virus corona di waktu tertentu.

"Pada sebagian besar kasus mereka yang dites positif tidak menunjukkan gejala apa pun," kata Hancock.

"Gambaran besarnya adalah bahwa ada beberapa orang yang tidak memiliki gejala tetapi memiliki virus. Dan pada kenyataannya, kami menemukan bahwa sekitar 70-80 persen orang yang dites positif tidak memiliki gejala," tambahnya.

"Itu adalah temuan yang cukup signifikan dan salah satu hal penting tentang penyakit ini, dengan cara yang sama bahwa penularan asimptomatik adalah salah satu hal yang membuat pengendalian penyakit ini sangat sulit dan merupakan hal baru," ujar Hancock.

Hancock mengatakan tes dari National Health Service (NHS) dan skema jejak adalah bagian dari solusi karena mengisolasi mereka yang positif akan memutus rantai penularan.

"Terutama ketika mereka tidak akan mengetahui kalau mereka membawa virus," katanya.

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Ia menambahkan, bahwa sepertiga dari orang yang terinfeksi Covid-19 tidak dapat dilacak dalam program NHS Test and Trace. Hampir 27.000 orang diperintahkan untuk melakukan karantina mandiri selama minggu pertama skema pelacakan kontak.

Pasukan pelacak baru mencapai 8.117 orang yang dinyatakan positif menderita penyakit mematikan. Dari orang yang dilacak tersebut, 5.407 (67 persen) dilacak dan dihubungi, sementara 2.710 (33 persen) tidak bisa dihubungi.

Ketua tim Test and Trace, Baroness Dido Harding mengakui bahwa perbaikan diperlukan, tetapi sistem sekarang dinyatakan masih cocok.

"Kami belum pada standar emas yang kami inginkan, mengisolasi semua kontak dalam waktu 48 jam dari seseorang yang meminta tes, tapi ini masih cocok" kata Harding.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjil Genap Diberlakukan Lagi Jika Lalu Lintas Jakarta Padat

Ganjil Genap Diberlakukan Lagi Jika Lalu Lintas Jakarta Padat

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:21 WIB

Cegah Risiko Tertular Virus Corona, Hindari Tempat dengan Bau Apek!

Cegah Risiko Tertular Virus Corona, Hindari Tempat dengan Bau Apek!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:18 WIB

Studi Sebut Kematian Covid-19 di AS akan Meningkat Drastis Oktober!

Studi Sebut Kematian Covid-19 di AS akan Meningkat Drastis Oktober!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB