Penelitian: Orang Tak Bisa Bedakan Suara Batuk Infeksi dan Batuk Biasa

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2020 | 18:54 WIB
Penelitian: Orang Tak Bisa Bedakan Suara Batuk Infeksi dan Batuk Biasa
Ilustrasi orang batuk (Shutterstock)

Suara.com - Saat pandemi corona Covid-19 seperti sekarang ini, batuk di depan umum tentu memberi rasa tidak nyaman dan bisa menimbulkan kecemasan publik. Beberapa bahkan mungkin berpikir orang yang batuk itu sedang menunjukkan gejala Covid-19 .

Tapi, apakah seseorang bisa membedakan antara suara batuk karena infeksi penyakit tertentu atau batuk biasa?

Sebuah laporan baru dalam Prosiding Royal Society B, menemukan manusia tidak bisa membedakan antara batuk karena infeksi penyakit versus seseorang yang batuk dikarenakan alergi atau gatal di tenggorokan mereka.

"Banyak organisme, termasuk manusia telah mengembangkan perilaku profilaksis untuk mencegah pantogen penyebab infeksi," kata Nick Michalak, seorang psikolog sosial di University of Michigan di Ann Arbor dikutip dari New York Post.

Dalam penelitiannya, Michalak dan rekannya pun memutar klip audio batuk dari orang-orang yang sedang sakit maupun sehat.

Lewat Batuk Hingga Makanan Tercemar, Begini Cara Virus Corona Menular. (Shutterstock)
Lewat Batuk Hingga Makanan Tercemar, Begini Cara Virus Corona Menular. (Shutterstock)

Lantas, Michalak melibatkan 200 orang untuk mengidentifikasi suara batuk tersebut. Michalak dan rekan penelitinya meminta para sukarelawan mencari perbedaan suara batuk orang yang sakit dan sehat.

Para sukarelawan pun sempat bertanya suara batuk itu dari seseorang yang sakit atau tidak. Meskipun mereka terlihat yakin untuk menentukan mana suara batuk dari orang sakit dan sehat.

"Kami tidak menemukan bukti bahwa peserta bisa mengidentifikasi asal suara batuk itu secara akurat. Sebaliknya, bila suara batuk itu terdengar menjijikan, maka mereka semakin yakin itu suara dari orang sakit, terlepas dari apakah itu betul atau tidak," kata peneliti. 

Karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa seseorang baru bisa mendiagnosis orang lain sakit atau tidak secara akurat melalui modalitas sensorik lainnya. Adapun modalitas sensorik lainnya, seperti penglihatan dan penciuman.

baca juga

Seseorang tidak bisa mendeteksi orang lainnya sedang sakit atau tidak hanya melalui pendengaran. Sebab, penilaian seseorang melalui pendengaran bisa subyektif, tergantung pada suara itu terdengar menjijikan atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya

Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit? Ahli Ungkap Faktanya

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:46 WIB

Ilmuwan Sebut Obat Batuk Bisa Sebabkan Virus Corona Berkembang

Ilmuwan Sebut Obat Batuk Bisa Sebabkan Virus Corona Berkembang

Tekno | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:00 WIB

Hits: Kencing Mendadak Jadi Tanda Penyakit, Beda Batuk Biasa dan Covid-19

Hits: Kencing Mendadak Jadi Tanda Penyakit, Beda Batuk Biasa dan Covid-19

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 19:25 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×