Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:22 WIB
Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

Suara.com - Gejala umum virus corona Covid-19 adalah demam tinggi, batuk persisten hingga kehilangan indra penciuman. Tapi, setiap orang bisa mengalami gejala virus corona Covid-19 yang berbeda dan tak biasa.

Karena, bentuk dan tingkat keparahan virus corona Covid-19 bisa dipengaruhi oleh usia hingga riwayat kesehatan pasien.

Anda bisa mendeteksi diri sendiri rentan terinfeksi virus corona Covid-19 dengan melihat warna urine. Urine yang berwarna kuning atau gelap bisa jadi tanda virus corona Covid-19, karena infeksi virus menyebabkan dehidrasi.

Seorang dokter juga sudah memperingatkan urine yang berbau menyengat dan lebih sedikit juga mungkin pertanda virus corona Covid-19.

Sedangkan dehidrasi yang menyebabkan perubahan warna urine membutuhkan perawatan medis segera. Terlebih, bila perubahan warna urine disebabkan oleh virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Maka pasien harus menjalani pengobatan untuk mencegah gejala virus corona Covid-19 semakin parah. Anda juga perlu membicarakannya pada dokter bila dehidrasi tidak teratasi setelah perawatan medis.

"Sebagian besar pasien memiliki gejala ringan dan tidak memerlukan rawat inap. Tapi Anda tetap harus tinggal di rumah, istirahat dan menghindari kontak fisik dengan orang lain," kata ahli dikutip dari Express.

Tujuannya, mereka tidak menyebarkan virus corona semakin meluas. Anda juga perlu minum lebih banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan minum obat penghilang rasa sakit.

"Terkadang pasien virus corona dengan riwayat masalah kesehatan mengalami gejala sedang yang memerlukan perawatan pendukung, seperti cairan untuk menghidrasi," jelasnya.

Meski begitu, dehidrasi tidak selalu menandakan infeksi virus corona Covid-19. Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang kurang cairan tubuh dan lainnya.

Anda bisa mengetahui tubuh mengalami dehidrasi jika merasa haus, pusing dan sangat lelah. Dehidrasi bisa disebabkan oleh infeksi virus corona, bila Anda mengalami gejala tambahan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:15 WIB

Takut Anak Dehidrasi? Cek Warna Urinenya

Takut Anak Dehidrasi? Cek Warna Urinenya

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:42 WIB

Peta Cuaca Bisa Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ini Klaim Peneliti!

Peta Cuaca Bisa Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ini Klaim Peneliti!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB