Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomendasi Vaksin untuk Lansia

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 17:05 WIB
Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomendasi Vaksin untuk Lansia
Ilustrasi Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomenasi Vaksin untuk Lansia.. (foto: www.foxnews.com)

Suara.com - Dalam situasi pandemi Covid-19, para lansia atau mereka yang berusia 60 tahun ke atas adalah kelompok rentan.

Ini tentu saja karena daya tahan tubuhnya yang lebih rentan dibanding mereka yang usianya lebih muda.

Tidak hanya Covid-19, para lansia juga lebih rentan terhadap penyakit menular lainnya.

Sehingga, mereka perlu diberikan vaksin untuk semakin meningkatkan kekebalan tubuh.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomenasi Vaksin untuk Lansia. (Sumber: Shutterstock)

Menurut data Riskesdas 2018 Infeksi pernapasan akut (ISPA), diare, pneumonia, TBC dan hepatitis paling banyak menyerang lansia.

"Proporsi status gizi dari lansia yang ada, lansia kita dengan status gizi yang normal 58,5 persen. Untuk penyakit menularnya ISPA 9,4 persen, dilanjut diare 7,9 persen, pneumonia 5,6 persen, TBC 1 persen, dan hepatitis 0,4 persen," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Bali, Dian Nardiani, dalam Webinar Golin, Sabtu (13/6/2020).

Untuk mencegah penyakit menular itu semakin parah dan berisiko komplikasi dengan penyakit lainnya, PERGEMI Cabang Bali Dr. dr. I Nyoman Astika, SpPD-KGer mengatakan setidaknya ada 3 vaksin yang direkomendasikan untuk para lansia.

Perlu dicatat, ketiga vaksin tersebut tidak ditanggung pemerintah. Berikut vaksin yang direkomendasikan:

1. Vaksin Influenza

Meski penyakit ini sering dianggap ringan, namun penyakit yang disebabkan virus ini bisa menyebar dengan cepat, terbukti adanya beberapa pandemi dari virus flu yang bermutasi, seperti flu Spanyol, SARS, MERS, termasuk juga Covid-19.

Vaksin ini efektif menurunkan komplikasi, influenza Like Illeness (ILI), dan pneumonia pada lansia.

Karena virus flu berkembang cepat, maka vaksin ini diberikan satu kali setiap tahun.

2. Vaksin Pneumococcal

Vaksin ini bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptocossus pneumoniae.

Bakteri ini bisa menyebabkan radang paru-paru atau pneumonia, radang selaput otak atau meningitis, infeksi pembuluh darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembangkan Vaksin Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Kembangkan Vaksin Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:52 WIB

Alat Terapi Kanker Bantu Peneliti Temukan Target untuk Vaksin Covid-19

Alat Terapi Kanker Bantu Peneliti Temukan Target untuk Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 08:24 WIB

Bio Farma dan Sinovac Akan Uji Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok di Indonesia

Bio Farma dan Sinovac Akan Uji Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok di Indonesia

Tekno | Selasa, 09 Juni 2020 | 21:16 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB