Array

Meski Diberi Obat Antiretroviral, Virus HIV Masih Bisa Bersembunyi di Otak

Selasa, 16 Juni 2020 | 12:39 WIB
Meski Diberi Obat Antiretroviral, Virus HIV Masih Bisa Bersembunyi di Otak
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Suara.com - Obat antiretroviral atau yang dikenal ARV adalah obat anti virus HIV yang bisa menekan agar virus tidak semakin menyebar di dalam tubuh. Obat ini harus diminum para ODHA, atau orang dengan HIV/AIDS, setiap hari agar virus terkontrol.

Tapi sebuah temuan mendapati virus HIV ternyata bisa berlindung di otak meskipun diberi ARV sekalipun. Virus ini akan kembali menginfeksi saat pemberian ARV dihentikan. Ini terbukti berdasarkan pengujian pada tikus dan jaringan manusia.

Mengutip Live Science, Selasa (16/6/2020), penelitian yang diterbitkan pada 11 Juni dalam jurnal PLOS Pathogens ini menunjukkan sel otak yang disebut astrosit jadi salah satu tempat bersembunyi virus HIV.

Astrosir sendiri adalah sel yang membentuk 60 persen dari total sel otak manusia. Menurut laporan penelitian, pada orang yang terinfeksi HIV, peneliti memperkirakan 1 hingga 3 persen sel ini bisa melindungi HIV.

"Bahkan 1 persen bisa menjadi sangat signifikan sebagai reservoir, sebagai tempat perlindungan virus," kata peneliti Lena Al-Harthi, Profesor Ketua Departemen Patologi Mikro dan Kekebalan Rush University Medical Center, Chicago.

"Jika kita berusaha mencoba menemukan obat HIV, Anda tidak bisa mengabaikan peran otak sebagai reservoir," lanjutnya.

Kesimpulan penelitian diambil setelah para peneliti menyuntikkan sel manusia ke model tikus yang terpapar HIV, serta pemeriksaan jaringan otak manusia postmortem. Di percobaan kedua diketahui tentang peran astrosir dalam infeksi HIV.

"Hewan sebagai model bisa memberikan sedikit informasi, meski bukan manusia, tetapi mereka memberikan informasi," kata Dr. Lidhomwa Ndhlovu, Profesor Imunologi Kedokteran Weill Cornell Medicine.

"Kita perlu mencari cara untuk menghilangkan virus dari kompartemen ini, untuk menyusun obat yang efektif," terangnya.

Baca Juga: Studi: Virus Corona Menyerang Kekebalan Tubuh dengan Cara Mirip HIV

Sementara itu, HIV yang tidak diobati dapat menyebabkan AIDS, melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat tubuh rentan terkena penyakit yang bisa mengancam jiwa.

Tapi kombinasi obat ARV dapat secara signifikan menurunkan konsentrasi virus dalam tubuh, sampai di mana titik patogen bisa menjadi tidak terdeteksi, gejala menghilang, dan tidak lagi menularkan pada orang lain.

Tapi ARV harus diminum setiap hari dan jika pengobatan dihentikan, virus bisa muncul kembali ke tempat-tempat yang tersembunyi di dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI