Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga dengan Benar dan Aman

Yasinta Rahmawati

Selasa, 16 Juni 2020 | 15:24 WIB
Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga dengan Benar dan Aman
Ilustrasi obat tetes telinga. (Shutterstock)

Suara.com - Obat tetes telinga umum digunakan untuk mengobati, mencegah infeksi telinga hingga menghilangkan kotoran telinga. Obat tetes telinga sendiri dapat diresepkan oleh dokter atau dibeli bebas di apotek.

Namun terlepas dari apa pun jenis obat tetes telinga yang akan digunakan, penting untuk mengetahui cara menggunakannya dengan benar. Hal ini agar obat efektif mengobati masalah telinga Anda.

Saat bersiap untuk menggunakan tetes telinga, selalu baca petunjuk produk dengan seksama, termasuk daftar kemungkinan efek samping. Simpan botol sesuai arahan label.

Terpenting, Anda juga harus memeriksa tanggal kedaluwarsa. Jika tetesan sudah kedaluwarsa atau tampak terkontaminasi, sebaiknya dibuang saja.

Dirangkum dari Healthline dan Safe Medication, berikut adalah petunjuk cara menggunakan obat tetes telinga dengan benar dan aman.

Ilustrasi obat tetes telinga. (Shutterstock)
Ilustrasi obat tetes telinga. (Shutterstock)

1. Cuci tangan dan bersihkan telinga Anda dengan lembut dengan kain lembap lalu keringkan telinga Anda.

2. Jika obat tersebut memiliki wujud terpisah dengan larutan pelarut (mengendap), kocok dulu botol beberapa detik.

3. Periksa ujung pipet apakah terkelupas atau retak. Jika rusak dan sudah terkontaminasi, sebaiknya beli yang baru.

4. Posisikan kepala sehingga telinga menghadap ke atas. Jika Anda memberikan tetesan untuk diri sendiri, mungkin paling mudah untuk duduk atau berdiri tegak sembari memiringkan kepala ke samping. Jika Anda memberikan tetesan kepada orang lain, mungkin akan lebih mudah jika orang itu memiringkan kepala atau berbaring miring.

5. Jika botol memiliki pipet, tarik cairan ke pipet. Jika botolnya memiliki ujung pipet, Anda hanya perlu membalikkan botol.

6. Untuk orang dewasa, tarik telinga bagian atas ke atas dan belakang dengan lembut. Untuk anak-anak, tarik telinga bawah ke bawah dan ke belakang dengan lembut. Peras jumlah tetes yang benar ke dalam telinga. Perhatikan instruksi dokter atau lihat label di botol untuk tahu berapa tetes yang digunakan.

7. Tarik perlahan cuping telinga ke atas dan ke bawah untuk memungkinkan tetesan mengalir ke dalam telinga. Biarkan kepala dimiringkan sekitar dua hingga lima menit agar tetesan dapat menyebar ke telinga.

8. Bersihkan cairan tambahan dengan tisu atau kain bersih dan pasang kembali tutup botol.

9. Cuci tangan Anda untuk menghilangkan obat apa pun.

Ilustrasi telinga. (Shutterstock)
Ilustrasi telinga. (Shutterstock)

Catatan penting, jika Anda mengalami reaksi abnormal setelah menggunakan obat tetes telinga, segera hubungi dokter Anda. Terutama jika Anda memiliki reaksi alergi yang ditandai dengan rasa terbakar, gatal, kemerahan, atau ruam lokal.

Meskipun jarang, tetes telinga kadang-kadang dapat memicu reaksi alergi parah yang dikenal sebagai anafilaksis. Jika tidak diobati, anafilaksis dapat menyebabkan koma, syok, gagal jantung atau pernapasan, dan bahkan kematian.

Selain itu, obat tetes telinga tidak boleh digunakan jika Anda memiliki gendang telinga yang pecah. Kondisi itu dapat ditandai dengan rasa sakit yang tajam, berdenging, pusing, demam hingga mual. Konsultasikan pada dokter dahulu jika Anda merasa gendang telinga pecah sebelum memasukkan obat apa pun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batalkah Menggunakan Obat Tetes Telinga Saat Berpuasa?

Batalkah Menggunakan Obat Tetes Telinga Saat Berpuasa?

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 04:00 WIB

Awalnya Infeksi Telinga Biasa, Pria Ini Ternyata Alami Infeksi Langka

Awalnya Infeksi Telinga Biasa, Pria Ini Ternyata Alami Infeksi Langka

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 07:00 WIB

Banyak yang Pakai, Ternyata Airpods Bisa Sebabkan Infeksi Telinga

Banyak yang Pakai, Ternyata Airpods Bisa Sebabkan Infeksi Telinga

Health | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 17:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB