Wajib Tahu, Ini 5 Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Otak Anak, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 16 Juni 2020 | 14:05 WIB
Wajib Tahu, Ini 5 Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Otak Anak, Apa Saja?
Ilustrasi perkembangan otak anak. (Shutterstock)

Suara.com - Fase balita sering disebut juga usia emas anak karena saat itu pertumbuhan otak terjadi sangat pesat. Dalam masa pertumbuhannya, ada lima faktor yang mempengaruhi proses perkembangan otak anak selama usia 1-5 tahun.

Psikiater Anak Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ (K) mengatakan bahwa orangtua memiliki peranan penting dalam mengetahui faktor-faktor tersebut dan memonitor pertumbuhan anak.

"Perlu diketahui terdapat lima dimensi tumbuh kembang yaitu kesehatan, kognitif, motorik, bahasa, dan sosio emosional yang akan mengalami banyak sekali perubahan dan perkembangan yang menjadi bekalnya kelak di usia dewasa," kata Tjhin dalam webinar Nestle Dancow, Senin (15/6/2020).

Ilustrasi anak sedang belajar. (Shutterstock)
IlustrasiIni 5 Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Otak Anak. (Shutterstock)

Menurut Tjhin kelimanya memiliki prioritas yang sama dan harus berjalan beriringan.

Mulai dari pemenuhan nutrisi seimbang, pemberian stimulasi agar anak terus bereksplorasi dan kasih sayang orangtua untuk menjaga perkembangan mental balita, terutama dalam situasi pandemi saat ini.

"Fondasinya kesehatan, kemampuan bahasa artinya anak mampu berkomunikasi, bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkan, kecerdasan motorik, kognitif jadi dasar dia bisa meningkatkan kualitas hidup lebih baik. Juga kemampuan sosialisasi, percuma pinter tapi kalau gak bisa bersosialisasi," tuturnya.

Kesehatan yang diperlukan anak salah satunya dengan kecukupan gizi seimbang termasuk asupan vitamin dan zat besi.

Kedua jenis nutrisi itu diklaim Category Marketing Manager Nestlé Dancow Pritha terkandung dalam susu Dancow Nutritods yang baru diluncurkan.

Prita mengatakan bahwa Dancow Nutritods menjadi inovasi terbaru yang diformulasikan khusus dengan berbagai nutrisi penting untuk melindungi tumbuh kembang dan eksplorasi anak di usia Toddler dan Prasekolah.

"Dancow Nutritods hadir untuk anak usia 1+, 3+, dan 5+, dengan kandungan 0 gram sukrosa, bakteri baik Lactobacillus rhamnosus dan mikronutrien yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia di setiap masa pertumbuhannya," kata Prita.

Menurutnya, anak Indonesia di masa pra sekolah rentan kekurangan vitamin A, C, D dan Zat Besi.

Oleh karena itu Dancow 3+ Nutritods diformulasi untuk bantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Selain itu, produk tersebut diklaim tidak memiliki kandungan gula tambahan atau sukrosa pada produk. Shingga lebih banyak laktosa atau gula alami susu sebagai zat gula yang juga berfungsi sebagai sumber energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Bahaya Gadget Mengancam Otak Anak Anda

Waspadai Bahaya Gadget Mengancam Otak Anak Anda

Your Say | Kamis, 19 Desember 2019 | 09:53 WIB

4 Makanan Ini Baik untuk Perkembangan Otak Anak

4 Makanan Ini Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 19:15 WIB

Paparan Bahan Kimia Saat Hamil Bisa Hambat Perkembangan Otak Anak

Paparan Bahan Kimia Saat Hamil Bisa Hambat Perkembangan Otak Anak

Health | Selasa, 27 Maret 2018 | 17:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB