Peneliti Sebut Dexamethasone Bisa Turunkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 10:37 WIB
Peneliti Sebut Dexamethasone Bisa Turunkan Risiko Kematian akibat Covid-19
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 telah menginfeksi hingga 8 juta orang di seluruh dunia. Para ilmuwan pun masih terus mencari vaksin yang tepat untuk melawan virus mematikan tersebut.

Di samping itu, NHS telah mendukung penggunakan steroid dexamethasone dalam pengobatan virus corona Covid-19. Obat itu telah dibuktikan mampu menurunkan risiko kematian akibat virus corona Covid-19 pada pasien yang menggunakan ventilator.

Laporan awal menunjukkan obat itu bisa menyelamatkan antara 4.000 hingga 5.000 jiwa bila digunakan sebelum pandemi virus corona.

Martin Landray, seorang profesor Universitas Oxford yang memimpin penelitian ini, mengatakan temuan itu adalah hasil yang menunjukkan bahwa pasien Covid-19 dengan ventilator atau bantuan oksigen dan diberikan dexamethasone akan lebih cepat pulih serta mencegah kematian.

Peneliti utama, Peter Horby, mengatakan dexamethasone adalah obat generik yang banyak digunakan dalam penyakit lain untuk mengurangi peradangan. Dexamethasone adalah satu-satunya obat yang sejauh ini terbukti mengurangi angka kematian secara signifikan.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi obat. (Pixabay)

"Ini adalah terobosan besar," kata Horby dikutip dari Express.

Selama penelitian ini, sebanyak 2.104 pasien menerima 6mg dexamethasone sekali sehari melalui mulut atau injeksi intervena selama 10 hari. Hasil penelitian ini pun dibandingkan dengan kelompok kontrol 4.321 pasien.

Selama periode penelitian 28 hari, angka kematian di antara pasien yang menggunakan vengilator adalah 41 persen dan mereka yang membutuhkan oksigen sebanyak 25 persen. Sementara, mereka yang tidak memerlukan intervensi pernapasan mencapai 13 persen.

"Mulai hari ini pengobatan standar untuk virus corona Covid-19 akan mencakup penggunaan obat dexamethasone, yang terbukti membantu menyelamatkan ribuan nyawa," jelas NHS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentang Dexamethasone, Obat Pertama yang Terbukti Manjur Lawan Covid-19

Tentang Dexamethasone, Obat Pertama yang Terbukti Manjur Lawan Covid-19

Tekno | Selasa, 16 Juni 2020 | 21:00 WIB

Lebih dari 8 Juta Orang Terinfeksi Covid-19, AS Masih Terbanyak

Lebih dari 8 Juta Orang Terinfeksi Covid-19, AS Masih Terbanyak

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 17:42 WIB

Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona

Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:34 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB