Pakar Ingatkan Bahaya Efek Samping Konsumsi Deksametason Sembarangan

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 18 Juni 2020 | 14:00 WIB
Pakar Ingatkan Bahaya Efek Samping Konsumsi Deksametason Sembarangan
Dexamethasone, obat yang terbukti manjur lawan Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa hari belakangan obat deksametason atau Dexamethasone tengah menjadi buah bibir masyarakat dunia karena dianggap terbukti bisa mengobati pasien Covid-19 yang kritis, dan menolong mereka dari ambang kematian.

WHO juga optimis akan segera merampungkan panduan pengobatan dan memasukkan deksametason dalam pedoman prosedur pengobatan Covid-19 di seluruh dunia.

Namun Praktisi Medis sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyoroti efek samping dari obat jenis kortikosteroid khususnya bila digunakan dalam jangka panjang.

"Efek samping terutama pada penggunaan jangka panjang. Pada penggunaan jangka pendek pasien bisa merasakan sakit pada lambung, sampai mual dan muntah, sakit kepala, nafsu makan meningkat, sulit tidur dan gelisah. Timbul jerawat pada kulit," ujar Prof. Ari melalui keterangan pers yang diterima Suara.com, Sabtu (13/6/2020).

Deksametason juga bisa menyebabkan moon face atau wajah membengkak seperti bulan. Efek lainnya kata Prof Ari, adalah meningkatnya kadar gula darah, tekanan darah meningkat, tulang keropos atau osteoporosis, dan daya tahan tubuh yang malah menurun sehingga semakin rentan terinfeksi penyakit.

"Interaksi obat juga bisa terjadi yang bisa meningkatkan efek samping pada pasien-pasien yang sudah mempunyai riwayat sakit maag sebelumnya, kombinasi steroid dengan obat anti radang non steroid missal fenilbutazone, asam mefenamat," ungkapnya.

"Natrium diklofenak termasuk dengan golongan coxib yang biasa digunakan untuk radang sendi dapat menyebabkan komplikasi lambung yang serius seperti pendarahan lambung sampai bisa menyebabkan kebocoran lambung dan usus dua belas jari yang bisa fatal buat pasiennya," sambungnya.

Sehingga kata dia, bukan berarti masyarakat bisa asal membeli dan mengonsumsi.

Terlebih dalam studi klinis awal yang dirilis Oxford University, obat deksametason hanya bermanfaat bagi pasien Covid-19 bergejala berat atau sudah parah, sehingga memerlukan alat bantu pernapasan atau ventilator.

"Masyarakat harus bijak dalam mendengar dan membaca informasi seputar hasil penelitian seputar obat deksametason ini, obat ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko kematian pada pasien covid-19. Tetapi obat ini mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter," tutupnya.

Sementara itu di Indonesia sendiri deksametason adalah obat generik yang harganya terjangkau dan sudah tersedia di puskesmas.

Deksametason termasuk golongan steroid. Obat ini memang sering dijuluki sebagai obat dewa, karena efek terapinya yang cepat. Misal ketika seseorang sedang gatal karena alergi baik merah atau bentol pada kulit dan gatal akan hilang dengan cepat.

Obat ini digunakan juga sebagai obat radang, antara lain untuk pasien-pasien radang sendi dan berbagai bengkak karena peradangan. Kerja cepat dari obat ini dan dapat diindikasi pada berbagai penyakit maka obat ini, sering disebut sebagai obat dewa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 12:11 WIB

Hits: Kesalahan Olahraga Bikin Terlihat Tua, Fakta Deksametason

Hits: Kesalahan Olahraga Bikin Terlihat Tua, Fakta Deksametason

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 11:08 WIB

Hits Health: Deksametason Obat Covid-19, Waspada Air Kencing Berbau Busuk

Hits Health: Deksametason Obat Covid-19, Waspada Air Kencing Berbau Busuk

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 20:48 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB