Anak Yasmine Wildblood Alami Kejang, Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Jum'at, 19 Juni 2020 | 14:30 WIB
Anak Yasmine Wildblood Alami Kejang, Ini yang Harus Orangtua Lakukan
Unggahan Yasmine Wildblood. (Dok:Instagram/Yasmimewildblood)

Suara.com - Anak kedua Yasmine Wildblood, Sophia Ayana Dwi Sulistyowati Soerjosoemarno sempat mengalami kejang karena demam tinggi beberapa hari lalu.

Hal ini tentu saja membuat aktris berdarah Indonesia-Inggris tersebur merasa takut dan khawatir.

Yasmine membagikan kisah tersebut di akun instagram miliknya pada Kamis (18/6/2020).

Dalam unggahannya, terlihat Sophia yang kini sudah ceria dan lebih sehat di ranjang rumah sakit, lengkap dengan infus di tangannya.

Unggahan Yasmine Wildblood [Instagram/yaswildblood]
Unggahan Yasmine Wildblood [Instagram/yaswildblood]

"Jumat pagi Sophia sempat kejang dan langsung aku bawa ke rumah sakit. Padahal 30 menit sebelum kejang, panasnya 37,5 derajat (celcius). Waktu di rumah sakit menjadi 41 derajat," tulis Yasmine di Instagram, Kamis (18/6/2020).

Berdasarkan hasil observasi dokter, penyakit itu ditimbulkan karena sebuah virus. Namun, artis 27 tahun ini tak memberikan rincian soal virus tersebut.

Hal yang dialami Yasmine, mungkin bisa terjadi siapa saja. Dikutip Hello Sehat, ini adalah kejang yang terjadi saat ada peningkatan suhu tubuh, biasanya di atas 38 derajat celsius, yang disebabkan oleh suatu proses diluar otak.

Kejang demam terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, sehingga orangtua tidak perlu khawatir berlebihan apabila terjadi kejang. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan saat anak kejang:

baca juga

1. Tetap tenang dan tidak panik.
2. Pindahkan anak ke tempat aman, jauhkan dari barang berbahaya seperti barang pecah belah, benda tajam, atau sumber listrik.
3. Kendorkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher.
4. Miringkan anak, agar makanan atau minuman dalam mulut keluar sehingga anak tidak tersedak.
5. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak.
6. Jangan menahan kaki atau tangan anak dengan paksa saat kejang, karena dapat menimbulkan patah tulang.
7. Ukur suhu anak saat kejang, amati seberapa lama kejang dan apa yang terjadi saat kejang, karena informasi ini sangat berguna bagi dokter anak Anda.
8. Tetap bersama anak saat kejang.
9. Bila sebelumnya pernah kejang, dokter biasanya akan membekali orangtua dengan obat diazepam yang dimasukan lewat pantat. Berikan jika anak masih kejang dan jangan diberikan bila kejang sudah berhenti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Kejang, Anak Yasmine Wildblood Dirawat 6 Hari di Rumah Sakit

Alami Kejang, Anak Yasmine Wildblood Dirawat 6 Hari di Rumah Sakit

Entertainment | Jum'at, 19 Juni 2020 | 10:02 WIB

Orangtua Harus Tahu, Fakta dan Mitos Seputar Kejang Demam Pada Anak

Orangtua Harus Tahu, Fakta dan Mitos Seputar Kejang Demam Pada Anak

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 15:28 WIB

Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang

Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×