Orangtua Harus Tahu, Fakta dan Mitos Seputar Kejang Demam Pada Anak

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2020 | 15:28 WIB
Orangtua Harus Tahu, Fakta dan Mitos Seputar Kejang Demam Pada Anak
Ilustrasi anak demam. (Shutterstock)

Suara.com - Sakit kejang demam secara umum hanya dialami oleh balita berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Bagi orangtua baru, mereka mungkin akan panik ketika anaknya mengalami kejang demam.

Dokter spesialis anak dr. Harijadi, Sp.A, mengingatkan sebaiknya orangtua tidak perlu cemas. Karena umumnya kejang demam hanya terjadi kurang dari lima menit, yang disebut dengan kejang demam sederhana.

Menurut Harijadi, 80 persen yang dialami balita merupakan kejang demam sederhana.

"Kejangnya seluruh tubuh bisa kelojotan atau kaku dan tidak berulang dalam waktu 24 jam," kata Harijadi dalam webinar perayaan ulang tahun IDAI yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Primaku, Selasa (9/6/2020).

Tetapi jika kejang demam terjadi hingga mencapai atau lebih dari 15 menit dan berulang dalam 24 jam, maka disebut kejang demam kompleks. Harijadi menjelaskan bahwa kejang kompleks biasanya terjadi pada seluruh tubuh tetapi didahului dari salah satu sisi.

Dokter Harijadi menjelaskan bahwa risiko anak usia 6 bulan hinga 5 tahun mengalami kejang demam hanya sebesar 2-5 persen. Umumnya kejang hanya terjadi saat anak mengalami demam di atas 39 derajat Celsius dalam waktu 24 jam.

"Semakin tinggi demam, semakin berisiko mengalami kejang. Tapi misalnya anak demam tinggi tapi sudah hari ketiga, itu tidak terlalu berisiko besar terjadi kejang demam," kata Harijadi.

Agar orangtua tidak panik, ada baiknya mengetahui fakta dan mitos seputar kejang demam.

1. Kejang demam tidak berbahaya

baca juga

Secara penelitian, tidak terbukti kejang demam bisa menimbulkan kecatatan fisik atau kematian, kata dokter Harijadi. Tumbuh kembang anak juga akan tetap normal. Tetapi jika setelah kejang terjadi kelainan, bisa segera diperiksa ke dokter karena kemungkinan bukan terjadi kejang demam.

Selain itu, Harijadi mengingatkan, anak yang baru mengalami kejang demam juga tetap harus mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

"Kejang demam tidak berbahaya, jadi anak yang kejang demam harus tetap mendapat imunisasi sesuai jadwal. Secara umum batuk pilek juga tidak menghalangi anak untuk imunisasi," katanya.

2. Pemeriksaan laboratorium

Secara umum pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejadian kejang demam. Harijadi menyampaikan bahwa pengambilan tes laboratorium untuk mencari penyebab demam, bukan penyebab kejang. Karena demamlah yang menyebabkan terjadinya kejang.

Jika anak mengalami menurunan trombosit saat kejang demam kemungkinan ada penyakit lain yang dialaminya, seperti demam berdarah. Menurut Harijadi, secara umum kejang demam tidak akan memengaruhi hasil tes laboratorium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Kejang Saat Demam, Ini Anjuran Dosis Parasetamol dari Dokter

Anak Kejang Saat Demam, Ini Anjuran Dosis Parasetamol dari Dokter

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 12:03 WIB

Anak Demam Usai Imunisasi, Haruskah Langsung ke Dokter?

Anak Demam Usai Imunisasi, Haruskah Langsung ke Dokter?

Health | Sabtu, 06 Juni 2020 | 06:50 WIB

Anak Demam Hingga Kejang, Haruskah Orang Tua Panik? Ini Penjelasan Dokter

Anak Demam Hingga Kejang, Haruskah Orang Tua Panik? Ini Penjelasan Dokter

Health | Rabu, 08 April 2020 | 15:17 WIB

Terkini

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:32 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:20 WIB

×