Biasanya Perhatian dan Tampak Bijaksana, Kenali 4 Tanda Pasangan Psikopat

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Minggu, 21 Juni 2020 | 10:15 WIB
Biasanya Perhatian dan Tampak Bijaksana, Kenali 4 Tanda Pasangan Psikopat
Ilustrasi pasangan. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

Suara.com - Kata psikopat sering kali disandingan dengan perilaku menyimpang yang ekstrem, seperti pembunuhan atau maniak seks. Padahal psikopat sendiri lebih luas dari sekadar cakupan perilaku menyimpang yang ekstrem.

"Orang-orang menggunakan kata psikopat secara bahasa sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang perilakunya menentang norma-norma sosial dan pemahaman konvensional tentang benar dan salah," kata Kelly Scott, seorang terapis di Tribeca Therapy di Manhattan pada Insider.

"Dari sudut pandang klinis, kata psikopat tidak berarti apapun," tambahnya.

Scott mengatakan bahwa diagnosis terdekat yang mencerminkan representasi stereotip psikopat dalam budaya populer adalah gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Menurut Mayo Clinic, ASPD adalah gangguan mental yang menyebabkan orang tidak menghargai benar atau salah, empati, atau kesejahteraan orang lain.

Dilansir dari Insider, orang-orang dengan ASPD dalam hubungan sering kali menunjukkan perilaku yang akan membuat pasangan yang tidak sehat dan bahkan beracun, mereka sangat karismatik dan pandai berpura-pura empati.

Menurut Scott, berikut adalah empat indikator yang mencerminkan kemungkinan bahwa pasangan Anda seorang psikopat atau seseorang dengan ASPD.

Tidak Peduli Kerugian Orang Lain

Scott mengatakan orang dengan ASPD lebih cenderung untuk menipu dan terlibat dalam kejahatan terorganisir karena kurangnya kepedulian tentang melukai orang.

Menurut Mayo Clinic, salah satu gejala utama ASPD adalah kurangnya rasa moral dan tidak memiliki masalah yang merugikan orang secara finansial, emosional, dan bahkan secara fisik jika itu berarti mereka mendapatkan sesuatu dari itu.

baca juga

Mementingkan Keuntungan Pribadi

"Orang dengan ASPD bertindak semata-mata untuk keuntungan pribadi yang dapat berarti mengeksploitasi orang-orang di sekitar mereka, bahkan pada orang yang dicintai atau keluarga," kata Scott.

Menurut Mayo Clinic, orang dengan ASPD bisa melakukan manipulasi, berbohong, mencuri, dan praktik berbahaya lainnya terhadap pasangan. Perilaku ini dapat berujung pada tingkat pelecehan dalam hubungan mereka.

Tidak Memiliki Empati

Psikopat hampir selalu digambarkan secara fisik melukai atau membunuh seseorang di media populer. Padahal orang dengan ASPD sering kali bisa kejam dengan cara mereka menunjukkan kurangnya empati mereka.

"Terkadang, kurangnya empati dapat muncul dengan cara yang lebih halus," menurut Scott.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Orang Ogah Jaga Jarak Saat Pandemi-Covid-19 Punya Sifat Psikopat

Studi: Orang Ogah Jaga Jarak Saat Pandemi-Covid-19 Punya Sifat Psikopat

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 10:37 WIB

10 Tanda Pasanganmu Seorang Psikopat, Tak Segan Bohong dan Menyakiti!

10 Tanda Pasanganmu Seorang Psikopat, Tak Segan Bohong dan Menyakiti!

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2020 | 08:10 WIB

Tiga Ciri Utama Orang-Orang Psikopat Menurut Psikolog

Tiga Ciri Utama Orang-Orang Psikopat Menurut Psikolog

News | Sabtu, 07 Maret 2020 | 20:24 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×