Cegah Komplikasi Covid-19 Parah, Peneliti AS Rekomendasikan Vaksin MMR

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 21 Juni 2020 | 16:05 WIB
Cegah Komplikasi Covid-19 Parah, Peneliti AS Rekomendasikan Vaksin MMR
Ilustrasi pemberian vaksin. (Shutterstock)

Suara.com - Tim peneliti dari Amerika Serikat mengatakan beberapa vaksin yang sudah ada sekarang dapat digunakan untuk mencegah dampak buruk dari infeksi virus corona. Ketika vaksin Covid-19 sendiri belum tersedia, vaksin MMR direkomendasikan sebagai alternatif.

Peneliti mengusulkan penggunaan vaksin MMR yang dapat mencegah penyakit campak, gondong dan rubella. Hal itu untuk melihat apakah vaksin tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara umum yang kemungkinan dapat mencegah beberapa efek paling parah dari Covid-19.

Dilansir CNN Internasional, vaksin MMR adalah vaksin hidup. Maksudnya, vaksin ini mengandung virus yang sangat lemah atau sudah dilemahkan di laboratorium, baik untuk versi campak, rubella, maupun gondong.

Meski mengandung virus, tujuan vaksin ini adalah menghasilkan perlindungan kekebalan tubuh tanpa membuat orang sakit.

Karena menggunakan seluruh aspek dalam virus, vaksin ini menstimulasi respons imun secara luas dan melampaui produksi antibodi.

Vaksin campak dan rubella, MMR. [Shutterstock]
Vaksin campak dan rubella, MMR. [Shutterstock]

"Ada banyak bukti menunjukkan vaksin yang dilemahkan memberikan perlindungan tidak spesifik terhadap infeksi mematikan yang tidak berkaitan dengan target (virus) dari vaksin dengan menginduksi sel kekebalan bawaan yang dilatih untuk merespon terhadap infeksi berikutnya," kata Paul Fidel, dari Louisiana State University dan Mairi Noverr Universitas Tulane.

Peneliti mencatat, sebuah uji klinis dengan MMR pada populasi berisiko tinggi menunjukkan vaksin ini dapat memberikan tindakan pencegahan.

Tidak ada risiko serius dalam pemberian vaksin kepada kebanyakan orang dan pendekatan ini mungkin sangat efektif untuk melindungi petugas kesehatan, kata mereka.

"Jika kita salah, ya, setidaknya orang akan memiliki antibodi baru untuk campak, gondok dan rubella. Jadi tidak ada salahnya, tidak ada yang buruk," kata Fidel.

baca juga

"Kami menekankan ini adalah tindakan pencegahan terhadap peradangan terburuk Covid-19 bagi mereka yang terpajan atau terinfeksi dan tidak mewakili terapi antivirus atau vaksin terhadap Covid-19 dengan cara apapun," Fidel menambahkan dalam surat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:36 WIB

WHO Berharap Ratusan Juta Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Ini

WHO Berharap Ratusan Juta Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Ini

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:43 WIB

China Sebut Uji Klinis Vaksin Covid-19 Tahap Kedua Sangat Menjanjikan

China Sebut Uji Klinis Vaksin Covid-19 Tahap Kedua Sangat Menjanjikan

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 11:58 WIB

Terkini

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Lampung | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:06 WIB

×