Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:36 WIB
Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Para peneliti di laboratorium China mengungkapkan kekurangan monyet yang digunakan sebagai media uji coba untuk vaksin virus corona.

Menyadur Channel News Asia pada Jumat (19/6/2020), Yisheng Biopharma, sebuah perusahaan yang berbasis di kota Shenyang, bekerja tanpa henti sejak Januari untuk menemukan vaksin Covid-19.

Ditemukannya kembali kasus Covid-19 di Beijing membuat dunia semakin agresif untuk menemukan vaksin melawan virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 450.000 orang di seluruh dunia.

Yisheng yang lebih dikenal membuat vaksin rabies, telah mengubah satu dari sembilan laboratoriumnya menjadi jalur produksi inokulasi virus corona dan akan merekrut hingga 50 pekerja tambahan.

Perusahaan vaksin ini masih dalam tahap awal pengembangan. Namun, mereka akan mengambil risiko untuk memulai produksi vaksinnya pada bulan September, setelah menyelesaikan uji klinis.

"Vaksin ini harus ditemukan dengan cepat, dan tidak mungkin menunggu sampai musim epidemi berikutnya untuk menyelesaikan uji coba dan musim epidemi ketiga untuk menggunakan vaksin," kata ketua Yisheng Zhang Yi kepada AFP.

Zhang mengatakan para penelitinya sangat sibuk bahkan tidak libur di akhir pekan sejak mereka mendapatkan urutan gen dari virus corona.

"Terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Vaksin yang dibuat perusahaan tersebut berada pada tahap pengujian hewan. Zhang mengatakan tes pada tikus dan kelinci telah menunjukkan hasil yang baik.

baca juga

Vaksin ini diharapkan tidak hanya melindungi dari virus, tetapi juga menyembuhkan pasien Covid-19.

Langkah selanjutnya adalah pengujian pada monyet.

Menurut CEO Yisheng, David Shao langkah selanjutnya terganjal oleh mahalnya harga monyet saat ini karena banyaknya permintaan dari laboratorium yang menguji serangkaian obat dan vaksin Covid-19.

Yisheng biasa membayar masing-masing antara 10.000 dan 20.000 yuan (sekitar Rp 19,9 dan Rp 39,9 juta) untuk satu monyet.

Menurut Shao, harga untuk seekor monyet sekarang mencapai 100.000 yuan (sekitar Rp 199 juta)

Laboratorium China umumnya menggunakan monyet jenis rhesus dan cynomolgus yang banyak ditemukan di daerah selatan China.

China adalah penyedia monyet lab terbesar, tahun lalu mengekspor 20.000 ekor dan menggunakan 18.000 untuk penelitian lokal, kata Liu Yunbo, ketua Beijing HFK Bioscience, penyedia hewan lab.

"Konsumsi tahun ini cukup besar, sehingga persediaan tidak cukup," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curi Makanan dan Pakaian Warga, Kawanan Monyet Mendadak Serbu Bandung Barat

Curi Makanan dan Pakaian Warga, Kawanan Monyet Mendadak Serbu Bandung Barat

Jabar | Jum'at, 19 Juni 2020 | 14:49 WIB

Setelah Bentrok, China Akhirnya Lepaskan 10 Tentara India

Setelah Bentrok, China Akhirnya Lepaskan 10 Tentara India

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 16:59 WIB

Duh, Giliran Salmon Dicap Jadi Sumber Kasus Corona di Beijing

Duh, Giliran Salmon Dicap Jadi Sumber Kasus Corona di Beijing

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:46 WIB

Terkini

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:47 WIB

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:44 WIB

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:43 WIB

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:31 WIB

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:20 WIB

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:59 WIB

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:57 WIB

Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah

Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:56 WIB

BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan

BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:51 WIB

×