Meski Molor, Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Kemungkinan Rilis Oktober Nanti

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 23 Juni 2020 | 14:55 WIB
Meski Molor, Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Kemungkinan Rilis Oktober Nanti
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Salah satu vaksin Covid-19 yang tengah diteliti oleh tim peneliti dari Universitas Oxford  yang rencananya akan rampung pada September mendatang, diprediksi akan sedikit molor. 

Para peneliti dari Inggris mengatakan, kemungkinan vaksin Covid-19 baru siap diluncurkan pada Oktober mendatang. 

Meski begitu masih ada harapan vaksin rampung September mendatang, asal uji coba klinis terhadap manusia yang tebagi dalam 3 fase selalu berhasil. 

Profesor Adrian Hill, DirekturJenner institute Oxford University mengatakan skenario terbaiknya adalah uji klinis berhasil pada Agustus hingga September, lalu pada Oktober vaksin mulai diproduksi.

"Vaksin ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik saat diuji coba pada simpanse, dan terlah beralih ke fase uji coba pada manusia tahap berikutnya," ungkap Prof. Hill, mengutip Telegraph, Selasa (23/6/2020).

"Salah satu kelebihannya di awal adalah dalam tes sebelumnya, terjadi inokulasi yang serupa, termasuk satu tahun lalu terhadap uji coba virus corona sebelumnya, dan tidak berbahaya bagi manusia," lanjutnya.

Meski belum diketahui, berapa lama vaksin bisa bertahan, namun diprediksi pemberiannya perlu divaksin setiap tahun. Selayaknya penularan flu, karena versi virus sedikit berbeda sesuai dengan musiman.

Setelah berhasil, Inggris akan jadi negara pertama di dunia yang mendapatkan vaksin jika percobaan berhasil, dan akan menambah dana penelitian sebesar 84 juta euro.

Vaksin Oxford di sebut-sebut sebagai vaksin yang perkembangannya paling pesat dalam uji coba pada manusia dari semua vaksin di dunia yang sedang dikembangkan.

Selaku kepala peneliti, Profesor Sara GIlbert memprediksi vaksin bakal siap pada musim gugur. Bahkan untuk pengujian, perlu dilakukan di negara lain, karena kini tingkat infeksi di Inggris cenderung rendah, sehingga sulit untuk mencaritahu apakah vaksin bekerja.

"Kami berharap ada cukup banyak orang yang divaksinasi sebelum wabah mencapai puncaknya, tetapi virus menyebar cepat, menyebabkan lockdown, dan tingkat infeksi sekarang rendah," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelandangan Tewas Diduga Covid, Camat Tanah Abang: Dia Tak Punya KTP

Gelandangan Tewas Diduga Covid, Camat Tanah Abang: Dia Tak Punya KTP

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:51 WIB

Keren! Ilmuwan Teliti Cara Deteksi Covid-19 dengan Tes Air Liur

Keren! Ilmuwan Teliti Cara Deteksi Covid-19 dengan Tes Air Liur

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:50 WIB

Gelar Yoga Massal hingga Viral, Sekolah Meditasi Malah Dibilang Blunder

Gelar Yoga Massal hingga Viral, Sekolah Meditasi Malah Dibilang Blunder

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:53 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB