WHO Dorong Produksi Deksametason, Prioritas untuk Pasien Covid-19 Parah

Yasinta Rahmawati

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:13 WIB
WHO Dorong Produksi Deksametason, Prioritas untuk Pasien Covid-19 Parah
Dexamethasone disebut manjur untuk pasien Covid-19 yang parah, bukan untuk yang bergejala ringan. [Shutterstock]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan peningkatan cepat dalam produksi dexamethasone atau deksametason. Sebab obat steroid murah tersebut telah terbukti mengurangi kematian pada pasien Covid-19 yang sakit parah.

Dilansir dari Science Alert, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan permintaan telah melonjak setelah uji coba obat Inggris dipublikasikan, tetapi ia yakin produksinya dapat ditingkatkan.

Sekitar 2.000 pasien diberi obat oleh para peneliti yang dipimpin oleh tim dari Universitas Oxford. Menurut temuan yang diterbitkan pekan lalu, itu mengurangi kematian hingga 35 persen di antara yang paling sakit.

"Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini bahwa steroid deksametason memiliki potensi penyelamatan jiwa bagi pasien Covid-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya," Tedros mengatakan pada konferensi pers virtual di Jenewa, Senin (22/06/2020) kemarin.

"Tantangan selanjutnya adalah meningkatkan produksi dan mendistribusikan deksametason secara cepat dan merata ke seluruh dunia, dengan fokus pada tempat yang paling dibutuhkan," lanjutnya.

Obat deksametason sendiri sudah ada di pasaran selama lebih dari 60 tahun dan biasanya berfungsi untuk mengurangi peradangan.

Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)
Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)

WHO menekankan bahwa deksametason hanya boleh digunakan untuk pasien dengan penyakit parah atau kritis di bawah pengawasan klinis yang ketat.

"Tidak ada bukti bahwa obat itu bekerja untuk pasien dengan penyakit ringan atau sebagai tindakan pencegahan, dan itu dapat menyebabkan bahaya," Tedros memperingatkan.

Ia pun bersikeras bahwa negara-negara dengan pasien Covid-19 yang sakit kritis dalam jumlah besar perlu diprioritaskan.

baca juga

Tetapi Tedros memperingatkan bahwa pemasok deksametason harus menjamin kualitas. Sebab ada risiko tinggi produk di bawah standar atau dipalsukan memasuki pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Harap Ratusan Dosis Vaksin Covid-19 Akan Siap Akhir Tahun

WHO Harap Ratusan Dosis Vaksin Covid-19 Akan Siap Akhir Tahun

Tekno | Rabu, 24 Juni 2020 | 10:25 WIB

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 08:00 WIB

Keren, Ini 5 Jenis Ventilator untuk Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Keren, Ini 5 Jenis Ventilator untuk Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Video | Selasa, 23 Juni 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

×