Brokoli hingga Beras Merah, 5 Makanan Sehat yang Berisiko bagi Kesehatan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 28 Juni 2020 | 11:45 WIB
Brokoli hingga Beras Merah, 5 Makanan Sehat yang Berisiko bagi Kesehatan
Ilustrasi brokoli (shutterstock)

Suara.com - Beberapa makanan seperti sayur, buah, dan biji-bijian memang dikenal sebagai makanan sehat penuh nutrisi. Namun, perlu diketahui juga bahwa beberapa makanan bernutrisi ternyata bisa saja beracun dan membahayakan tubuh Anda.

Dilansir dari Babamail, berikut adalah beberapa makanan yang biasa dikenal sehat tapi bisa juga berbahaya, antara lain:

1. Kerang

Kerang adalah sumber protein yang luar biasa dan nutrisi bermanfaat lainnya. Sayangnya, kerang tidak seaman ikan, terutama ketika dikonsumsi mentah.

Makanan laut segar dapat menyerap bakteri dan virus yang berpotensi berbahaya dari perairan sekitarnya dan menyebabkan gangguan pencernaan serius.

Selain itu, kerang juga bisa menyerap sejumlah besar logam berat beracun dari laut, seperti merkuri atau kadmium yang akhirnya menumpuk di tubuh manusia dan dapat menyebabkan gejala keracunan logam.

Anda tetap boleh makan kerang, tetapi jangan terlalu sering, meskipun kerang masak.

Ilustrasi brokoli (shutterstcok)
Ilustrasi brokoli (shutterstcok)

2. Brokoli

Brokoli sering kali disebut sebagai makanan super dengan kandungan nutrisinya. Namun, nyatanya sayur hijau yang satu ini juga memiliki kelemahan.

baca juga

Brokoli mengandung senyawa yang disebut tiosianat yang mencegah tubuh Anda menyerap jumlah yodium yang cukup. Jika terjadi terus-menerus, ini dapat menyebabkan tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme, masalah kronis yang yang membuat kenaikan berat badan tiba-tiba, penipisan rambut, sembelit, depresi, dan gejala lainnya.

Demi mencegah risikonya, Anda cukup untuk tidak makan brokoli terlalu sering. Anda bisa mengganti brokoli dengan sayuran lain, seperti wortel atau paprika.

3. Beras Merah

Beras merah memang lebih sehat daripada beras putih, tetapi juga bisa juga menjadi berbahaya. Hal ini tidak ada hubungannya dengan beras itu sendiri, melainkan cara produksinya.

Beras adalah salah satu makanan yang paling mungkin menyerap arsenik anorganik dari air dan tanah tempat menanamnya. Sayangnya, beras merah lebih kurang diolah daripada nasi putih, sehingga bisa mengandung lebih banyak unsur toksik.

Ilustrasi beras merah. [Shutterstock]
Ilustrasi beras merah. [Shutterstock]

Tidak semua beras merah tercemar arsenik. Hanya saja di banyak penjuru bumi, persediaan air dipenuhi dengan racun berbahaya yang merembes ke dalam beras saat ditanam.

Arsenik anorganik adalah salah satu unsur beracun yang jika dikonsumsi jangka panjang bisa menyebabkan kanker, diabetes tipe 2, dan masalah kardiovaskular.

Guna meminimalkan paparan arsenik, bilas beras sampai bersih beberapa kali sebelum dimasak dan masak dalam banyak air, kemudian tiriskan nasi yang sudah matang. Metode Ini akan menghilangkan hingga 57% persen arsenik.

4. Kacang Merah

Kacang merah adalah sumber protein nabati dan zat besi. Tetapi, kacang merah yang tidak dimasak dapat menyebabkan kejang perut, muntah, dan diare.

Itu sebabnya Anda harus selalu memasak kacang jauh sebelum memakannya. Proses memasak menetralkan protein beracun.

Ilustrasi kimchi, makanan khas Korea. (Shutterstock)
Ilustrasi kimchi, makanan khas Korea. (Shutterstock)

5. Kimchi

Kimchi adalah salah satu makanan fermentasi tersehat yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, penurunan berat badan, penuaan, dan bahkan mencegah kanker.

Sayang, biasanya kimchi sangat tinggi sodium, bahkan 1 porsinya bisa mengandung rata-rata sekitar sepertiga dari asupan sodium harian yang diperbolehkan.

Konsumsi natrium yang lebih tinggi dari normal inilah yang dapat memengaruhi kesehatan jantung. Namun, dalam jumlah sedang, kenikmatan kimchi sangat baik untuk kesehatan. Pastikan untuk makan tidak lebih dari 1 porsi kimchi setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya

Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:00 WIB

Kesehatan Mental Bisa Dipengaruhi Oleh Makanan yang Anda Santap

Kesehatan Mental Bisa Dipengaruhi Oleh Makanan yang Anda Santap

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 19:09 WIB

Tak Hanya di Jamur Enoki, Ketahui Langkah Pencegahan Penyakit Listeria

Tak Hanya di Jamur Enoki, Ketahui Langkah Pencegahan Penyakit Listeria

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 18:31 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×