Array

Beijing Obati Pasien Covid-19 dengan Pengobatan Tradisional, Efektif?

Senin, 29 Juni 2020 | 10:14 WIB
Beijing Obati Pasien Covid-19 dengan Pengobatan Tradisional, Efektif?
Pengobatan tradisional China atau TCM (Freepik)

Suara.com - Ketika banyak ilmuwan berlomba mengembangkan vaksin Covid-19 dan obatnya, Beijing justru akui mengobati penyakit ini dengan menggunakan resep pengobatan tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM).

Baru-baru ini, pemerintah China meliris pernyataan bahwa 92% kasus Covid-19 di negara tersebut dirawat dengan cara tertentu.

TCM merupakan salah satu bentuk praktik medis tertua di dunia dan mencakup beragam perawatan mulai dari ramuan herbal, akupuntur, hingga Tai Chi.

Ini sangat populer di China dari generasi ke generasi, meski terkadang muncul perdebatan tentang penggunannya.

Para ahli mengatakan China berusaha memperluas daya tarik TCM, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, nyatanya para tenaga kesehatan profesional tetap skeptis akan kegunaannya.

Pengobatan tradisional China atau TCM (Freepik)
Pengobatan tradisional China atau TCM (Freepik)

Dilansir BBC, di antara enam obat tradisional dari TCM telah diiklankan sebagai perawatan Covid-19, dua yang terkenal adalah Lianhua Qingwen dan Jinhua Qinggan.

Lianhua Qingwen mengandung 13 bahan herbal seperti forsythia suspensa dan rhodiola rosea. Sementara, Jinhua Qinggan dikembangkan selama wabah H1N1 pada 2009 dan dibuat dari 12 komponen termasuk madu, mint, dan akar manis.

Pendukung TCM berpendapat tidak ada kerugian dalam pengobatannya. Meski begitu, para ahli mengatakan tes ilmiah yang ketat diperlukan sebelum formula seperti itu dianggap aman.

Institut Kesehatan Nasional AS mengatakan sementara pengobatan tradisional ini dapat membantu meringankan gejala, efektifitas keseluruhannya terhadap virus corona tidak dapat disimpulkan.

Baca Juga: Lagi! Pakai Ganja untuk Pengobatan, Reynhart Rossy Divonis 10 Bulan Penjara

"Untuk TCM tidak ada bukti yang baik dan oleh karena itu penggunaannya tidak hanya tidak dapat dibenarkan, tetapi juga berbahaya," jelas Edzard Ernst, seorang pensiunan peneliti obat komplementer dari Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI