Sering Makan Makanan Tinggi Lemak, Ini 3 Dampak Serius yang Mengintai

M. Reza Sulaiman
Sering Makan Makanan Tinggi Lemak, Ini 3 Dampak Serius yang Mengintai
Ilustrasi burger makanan tinggi lemak. [Shutterstock]

Sering makan makanan tinggi lemak? Hentikan mulai sekarang jika tak ingin mengalami tiga dampak serius bagi kesehatan berikut ini.

Suara.com - Makanan tinggi lemak seperti kentang goreng, burger, hingga steak memang lezat di lidah. Namun tahukah Anda bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak secara sering berbahaya bagi kesehatan?

Umumnya, makanan tinggi lemak bisa memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah, membuat Anda lebih berisiko mengalami serangan jantung maupun stroke.

Namun penelitian terbaru menemukan dampak makan makanan tinggi lemak tidak hanya untuk jantung, melainkan juga indra penciuman, otak, hingga risiko kanker payudara.

1. Hati-hati, Makanan Tinggi Lemak Bisa Turunkan Konsentrasi

Ilustrasi makanan yang mengandung lemak jenuh (Shutterstock).
Ilustrasi makanan yang mengandung lemak jenuh (Shutterstock).

Sebuah studi terbaru mengungkapkan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi akan menurun.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition memberikan bukti lebih jauh kaitan antara pencernaan seseorang dengan kemampuan otak.

Ditemukan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh memiliki performa yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memakan makanan rendah lemak jenuh.

"Kebanyakan studi terdahulu melihat efek kausatif dari diet yang sudah lama diketahui. Dan ini hanya satu makanan, sungguh luar biasa bahwa kami melihat adanya perbedaan," kata Annelise Madison, ketua peneliti dan mahasiswa psikologi klinis di Ohio State University.

Baca selengkapnya

2. Awas, Diet Tinggi Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara

Ilustrasi diet tinggi lemak (shutterstock)
Ilustrasi diet tinggi lemak (shutterstock)

Diet tinggi lemak adalah pola diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan membatasi asupan karbohidrat. Sayangnya, diet tinggi lemak dapat membuat pertumbuhan kanker payudara lebih cepat.

Sebuah penelitian mengatakan pertumbuhan kanker payudara lebih cepat jika menjalani diet tinggi lemak, karena sel-sel kanker mengisap lemak dari darah.

Para ilmuwan berpendapat bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko dan memperburuk kanker payudara, meskipun belum diketahui caranya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa sel-sel kanker payudara dapat mengambil banyak lemak yang berasal dari partikel kaya lemak yang ditemukan dalam aliran darah.

Penelitian dalam Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa kanker bisa kebal terhadap obat-obatan yang dibuat untuk menghentikan produksi lemaknya.

Baca selengkapnya

3. Makanan Tinggi Lemak Bisa Merusak Indera Penciuman

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Sebuah studi terkini menemukan bahwa menyantap pizza, hamburger atau makanan tinggi lemak lainnya secara teartur bisa menempatkan Anda pada risiko terganggunya indera penciuman.

Kesimpulan ini didapat setelah ahli saraf dari Florida State University meneliti bagaimana makanan tinggi lemak berdampak pada indera penciuman. Ia mengatakan bahwa diet tinggi lemak terkait dengan perubahan struktural dan fungsional utama dalam sistem penciuman.

Dalam percobaan laboratorium, tikus yang dikondisikan diet tinggi lemak setiap hari kemudian diajarkan untuk mengasosiasikan antara bau tertentu dan air.

Hasil menunjukkan bahwa tikus yang melakukan diet tinggi lemak lebih lambat untuk belajar asosiasi daripada kelompok tikus kontrol.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS