Cegah Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak, Dokter Ajarkan Langkah 3K

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Selasa, 30 Juni 2020 | 10:13 WIB
Cegah Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak, Dokter Ajarkan Langkah 3K
Anak alergi susu sapi. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu alergi yang sering terjadi pada anak-anak adalah alergi susu sapi. Anak dengan alergi susu sapi memiliki sistem imun yang unik, lebih sensitif dibandingkan anak-anak yang sehat.

Alergi susu sapi disebabkan oleh dua protein dalam susu sapi, yakni kasein dan whey. Data penelitian RS Cipto Mangunkusumo menyebutkan ada 23,8 persen kasus alergi susu sapi yang terjadi pada anak di tahun 2012.

"Alergi susu sapi pada anak harus segera diatasi. Jika tidak akan menimbulkan dampak pada anak, dan juga bisa berdampak pada orangtua dan masyarakat," kata Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak pada Webinar “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju: Tanggap Alergi di masa Pandemi untuk Generasi Maju”, Senin (29/6/2020).

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya dampak-dampak yang tidak diinginkan, maka sebaiknya orangtua segera sedini mungkin melakukan 3K (Kenali, Konsultasi, Kendali). Berikut penjelasannya:

1. Kenali

Mengenali gejala-gejala alergi susu sapi pada anak sangat penting. Biasanya gejala-gejalanya muncul di tiga organ yakni saluran cerna, kulit, dan saluran napas.

Selain itu ada juga gejala sistemik yang bisa muncul di seluruh tubuh anak, yait anafilaksis (11 persen), yang bisa menyebabkan kematian apabila tak segera ditangani.

Anak alergi susu. [Shutterstock]
Anak alergi susu sapi. [Shutterstock]

Pada saluran cerna umumnya terjadi diare (53 persen) dan kolik (27 persen). Pada kulit adalah dermatitis atopik atau eksim (35 persen) dan urtikaria atau biduran (18 persen). Pada pernapasan muncul asma (21 persen) dan rinitis (20 persen).

2. Konsultasi

baca juga

Setelah mengenali gejala-gejala alergi, segera konsultasikan pada dokter. Apabila saat konsultasi sudah dipastikan betul mengalami alergi yang dipicu oleh susu sapi, maka dokter akan melakukan tata laksana sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Jangan mendiagnosa sendiri atau bahkan mengobati atau mengambil tindakan sendiri. Karena apabila tanpa dikonsultasikan kepada dokter, akibatnya diagnosa akan terlambat dan penanganan tidak dilakukan sesegera mungkin dan tidak secara optimal," jelas dr Budi.

3. Kendali

Setelah gejala-gejalanya sudah ditangani secara optimal oleh dokter, maka orangtua perlu mengendalikan agar gejala tersebut tidak muncul kembali.

Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi, ini bahayanya. (Shutterstock)
Ilustrasi alergi susu sapi. (Shutterstock)

Yakni dengan cara menghindari semua makanan dan minuman yang mengandung susu sapi serta produk turunan dan makanan olahan yang mengandung protein susu sapi.

Nutrisi yang tepat adalah memberikan ASI eksklusif. Selain baik untuk tumbuh kembang anak dan menguatkan daya tahan tubuh, di dalam ASI terdapat alergen makanan yang diasup oleh sang ibu dalam jumlah yang sedikit.

"Sehingga dapat merangsang toleransi, si kecil akan cepat tidak akan alergi lagi pada susu sapi," kata dr Budi.

Apabila tidak bisa mendapatkan ASI karena alasan medis, bisa diberikan formula asam amino apabila gejalanya berat, atau formula hidrolisa esktensif jika gejalanya ringan-sedang, yang bisa digantikan dengan formula isolat protein soya atau kedelai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?

5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah

5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 16:23 WIB

Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP

Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:52 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini

Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:46 WIB

Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya

Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya

Video | Rabu, 01 April 2026 | 13:00 WIB

Terkini

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

×