Masker Kain Katun Paling Efektif Tangkal Virus Corona, Ini Klaim Peneliti

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 01 Juli 2020 | 14:52 WIB
Masker Kain Katun Paling Efektif Tangkal Virus Corona, Ini Klaim Peneliti
Ilustrasi masker kain. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia. Beberapa negara pun sudah melonggarkan aturan pembatasan sosial di tengah pandemi yang belum selesai.

Tetapi, semua orang tetap diminta untuk melakukan langkah pencegahan dengan memakai masker wajah, menjaga jarak sosial dan selalu mencuci tangan.

Karena itu, banyak orang memakai masker DIY atau masker kain untuk melindungi dirinya. Para peneliti di NIST pun telah menguji 32 bahan kain utnuk menentukan mana yang paling efektif dalam menahan partikel virus yang ukurannya sama dengan patonavirus patogen (SARS-CoV-2).

Dari 32 bahan kain, ada 3 dari lima yang paling efektif dalam menangkal virus corona Covid-19, yaitu bahan katun 100 persen.

Kain tenun yang rapat juga berfungsi lebih baik daripada kain rajutan dan bahan tenun yang longgar.

Kain katun dianggap lebih baik dalam menangkal virus corona karena serat yang terangkat juga tampak bekerja lebih optimal daripada kain yang lebih halus.

Para peneliti juga percaya bahwa menggunakan beberapa lapis kain katun pada masker wajah bisa meningkatkan efektivitasnya.

Ilustrasi masker kain. (Shutterstock)
Ilustrasi masker kain. (Shutterstock)

Tapi, semua masker wajah dari kain tidak akan berfungsi sefektif masker N95, yakni masker bedah respirator tingkat profesional yang digunakan untuk melindungi dari partikel udara dan tetesan cairan.

"Ternyata bahwa yang ada di pasaran memberikan perlindungan dari aerosol jika seseorang menggunakan beberapa lapis kain untuk masker wajahnya," kata Peneliti NIST, Christopher Zangmeister dikutip dari Express.

baca juga

Temuan studi oleh Christoper yang diterbitkan dalam jurnal ACS Nano juga menegaskan bahwa masker kain tidak berfungsi sama seperti N95.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan orang memakai masker wajah di tempat umum ketika jarak sosial sulit dilakukan.

Di Inggris sendiri, pemerintah telah mendesak masyarakat untuk mengenakan masker wajah setiap kali naik transportasi umum atau mengunjungi rumah sakit.

"Jika Anda bisa, Anda juga harus memakai masker ketika di ruang publik tertutup lainnya, yang mana jarak sosial tidak mungkin dilakukan atau kala berhubungan dengan banyak orang," jelas Nasihat Pemerintah Inggris.

Meskipun memakai masker wajah buatan sendiri tidak melindungi dan menghentikan penularan virus corona 100 persen. Tapi, masker wajah memberikan perlindungan dasar dari virus corona.

Menurut penelitian NIST, masker wajah buatan sendiri dapat membantu memperlambat penyebaran Covid-19. Meskipun tidak ada masker kain yang sebagus masker N95, tapi itu cukup membantu melindungi diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prosedur Melakukan Tes Alergi di Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

Prosedur Melakukan Tes Alergi di Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 14:36 WIB

Dinilai Berhasil, Kasus Virus Corona Covid-19 di Australia Kembali Naik

Dinilai Berhasil, Kasus Virus Corona Covid-19 di Australia Kembali Naik

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 14:43 WIB

Makin Ngeri Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Sel Jantung Saat Uji Coba Lab

Makin Ngeri Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Sel Jantung Saat Uji Coba Lab

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 14:50 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×