5 Salah Kaprah Tentang Vaksin Anak, Orangtua Wajib Tahu!

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:05 WIB
5 Salah Kaprah Tentang Vaksin Anak, Orangtua Wajib Tahu!
Ilustrasi vaksin anak. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga saat ini, isu dan mitos terkait vaksinasi begitu banyak beredar. Hal tersebut membuat orangtua menjadi ragu untuk melindungi anak mereka dengan vaksinasi. 

Padahal, vaksinasi penting untuk diberikan pada si kecil agar daya tahan tubuhnya terbentuk, sehingga terhindar dari berbagai penyakit di masa yang akan datang.

Nah, jika kamu termasuk orangtua yang masih sering termakan isu-isu tentang vaksinasi, simak yuk beberapa mitos dan fakta terkait vaksinasi, yang dijelaskan oleh dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M. Sc, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya. 

Berikut daftarnya seperti yang suara.com kutip dari siaran pers 'Webinar Pentingnya Vaksinasi Untuk Anak'.

Ilustrasi bayi diimunisasi. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin anak. (Shutterstock)

1. Vaksinasi dapat menyebabkan autisme
Hoax mengenai kaitan vaksin MMR dengan autisme bermula dari penelitian seorang dokter bedah bernama Wakefield dengan hanya 18 sampel di tahun 1998 dan sudah dibongkar sejak 2011.

Berbagai penelitian lain yang lebih sahih dan melibatkan sampel jauh lebih besar membuktikan tidak ada kaitan vaksin MMR dengan autisme. 

Kemungkinan, usia pemberian vaksin MMR (sekitar 1 tahun) bertepatan dengan usia di mana gejala-gejala autisme mulai tampak, sehingga seolah-olah berkaitan.

2. Sebagian vaksinasi tidak wajib sehingga tidak penting diberikan
Masing-masing vaksin dapat mencegah penyakit yang berbeda. Sebagian vaksin memang sudah disubsidi oleh pemerintah, sehingga lebih dikenal, seperti Hepatitis B, BCG, polio, DPT kombo, dan campak.

Namun, bukan berarti vaksin lain tidak penting. Vaksin PCV misalnya, mencegah peradangan paru-paru (pneumonia) dan peradangan selaput otak (meningitis). Pneumonia adalah penyebab kematian balita nomor satu di Indonesia.

baca juga

Atau vaksin rotavirus yang dapar  mencegah diare akibat rotavirus. Diare adalah penyebab kematian balita nomor dua di Indonesia.

3. Anak yang batuk, pilek, atau minum obat tidak boleh vaksinasi
Kondisi batuk pilek ringan tanpa demam bukanlah kontraindikasi untuk vaksinasi. Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan anak tidak berada dalam kondisi penyakit berat.

Sebagian besar obat-obatan, termasuk antibiotik, tidak mempengaruhi potensi vaksin. Namun, bila anak mendapatkan pengobatan yang bersifat menekan imunitas untuk jangka waktu lama, maka dokter akan menunda pemberian vaksin.

4. Vaksin tidak dapat diberikan apabila sudah terlambat dari jadwal
Vaksin tetap dapat disusulkan apabila terlambat, karena anak belum memiliki kekebalan dari vaksin tersebut. Pemberian vaksin yang sifatnya serial tidak perlu mengulang dari awal apabila ada yang terlambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Butuh Waktu Satu Tahun untuk Vaksin Covid-19 Siap di Indonesia

Butuh Waktu Satu Tahun untuk Vaksin Covid-19 Siap di Indonesia

Health | Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:50 WIB

Meski Ada Vaksin Corona, AS Sulit Untuk Terapkan Herd Immunity, Kenapa?

Meski Ada Vaksin Corona, AS Sulit Untuk Terapkan Herd Immunity, Kenapa?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 17:25 WIB

Vaksin Covid-19 Sudah Digunakan di China, Dengan Perizinan Khusus

Vaksin Covid-19 Sudah Digunakan di China, Dengan Perizinan Khusus

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 12:39 WIB

Terkini

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 12:11 WIB

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

×