Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Dicky Prastya

Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,2 persen pada 2026.
  • Bank Indonesia memperkuat instrumen kebijakan seperti VASTRA untuk memperdalam pasar valuta asing dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi, hilirisasi industri, serta aktivitas domestik yang solid di tengah tantangan global pada 2026.

Suara.com - Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan pada 2026 yang ditandai dengan tingginya harga energi, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Meskipun begitu, Indonesia dinilai tetap berada pada posisi yang relatif kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi berkat stabilitas makro ekonomi yang terjaga, investasi yang terus mengalir, serta dukungan berbagai sektor strategis baru.  

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz menjelaskan bahwa kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memicu tekanan inflasi dan memperketat kondisi keuangan di berbagai negara.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3,5 persen pada 2025 menjadi 3,0 persen pada akhir 2026 sebelum kembali membaik pada 2027. Sementara harga minyak yang sempat meningkat signifikan diperkirakan berangsur menurun seiring penyesuaian pasokan global.  

Di tengah kondisi tersebut, ia memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh sekitar 5,2 persen pada 2026 yang didukung oleh investasi, belanja pemerintah, aktivitas ekonomi domestik yang masih solid, serta kebijakan yang mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Lebih lagi investasi asing langsung (FDI) terus menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pengembangan pusat data (data center) yang mulai menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.  

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz.
Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz.

"Perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global. Aktivitas investasi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara peluang dari hilirisasi industri, ekonomi digital, dan pengembangan data center berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka menengah hingga panjang," ujar Irman, Senin (14/9/2026).

Kendati begitu Indonesia tetap perlu mewaspadai berbagai risiko eksternal. Defisit transaksi berjalan diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring tingginya impor energi dan perlambatan ekonomi sejumlah mitra dagang utama.

Selain itu, volatilitas pasar keuangan global dan perubahan arah kebijakan moneter negara maju berpotensi mempengaruhi pergerakan arus modal dan nilai tukar rupiah.  

baca juga

Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan nasional, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat berbagai instrumen kebijakan yang mendukung pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar valuta asing domestik.

Seiring meningkatnya ketidakpastian global dan perubahan arus modal internasional, pasar valuta asing yang lebih dalam, likuid, dan berdaya tahan dinilai semakin penting dalam mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.  

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Yansen Lokanata menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk memperkuat pasar valuta asing domestik antara lain pengembangan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction), penyempurnaan ketentuan transaksi pasar valuta asing, hingga implementasi Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra (VASTRA).  

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Yansen Lokanata.
Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Yansen Lokanata.

Menurutnya, kebijakan VASTRA dirancang untuk memperluas akses investor global terhadap instrumen lindung nilai Rupiah di pasar domestik. Selain memperkuat daya tarik aset keuangan Indonesia, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar valuta asing domestik, memperbaiki transparansi transaksi, serta mendukung stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

"Pendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang terus disempurnakan Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika global," ujar Yansen.  

Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai tetap positif meskipun tantangan global masih membayangi. Stabilitas makroekonomi, kuatnya investasi, serta berbagai upaya pendalaman pasar keuangan diharapkan dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:59 WIB

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×