WHO Akui Tahu Kasus Virus Corona Pertama dari Berita, Bukan Otoritas China

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 06 Juli 2020 | 13:42 WIB
WHO Akui Tahu Kasus Virus Corona Pertama dari Berita, Bukan Otoritas China
Ilustrasi virus Corona. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah timeline virus corona pada 29 Juni. Dalam revisi tersebut mereka mengaku bahwa mengetahui adanya wabah virus corona berawal dari siaran pers secara daring, bukan dari otoritas China.

"Kantor Perwakilan WHO di Republik Rakyat Cina mengambil pernyataan media oleh Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan dari situs web mereka tentang kasus 'virus pneumonia' di Wuhan, Republik Rakyat China," kata WHO, yang mengetahui hal itu pada 31 Desember 2019.

Pada hari yang sama, platform intelijen open-source WHO juga mengambil laporan berita berbahasa Mandarin dari Finance Sina tentang kelompok kasus yang sama di Wuhan, yang berkaitan dengan 'pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui'.

WHO pun meminta informasi lebih lanjut tentang laporan dari China selama dua hari ke depan, pada 1 Januari dan 2 Januari tahun ini, tetapi baru mendapat respons pada 3 Januari.

Dalam timeline sebelumnya, yang terbit pada April, WHO mengatakan mereka mengetahui kasus Covid-19 (yang saat itu belum bernama) dari komisi kesehatan kota Wuhan, tanpa menjelaskan di mana atau bagaimana hal itu diberitahukan.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona (Pexels/@Anna Shvet)

Timeline yang direvisi sekarang menunjukkan kantor WHO di China, bukan otoritas China, telah memberi peringatan pertama.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan pada Jumat (3/7/2020) lalu, setiap negara memiliki 24 hingga 48 jam untuk memverifikasi suatu kejadian dan memberi WHO tentang hal itu. Otoritas China segera menghubungi WHO segera setelah badan tersebut menanyakan tentang laporan kasus.

Seorang juru bicara WHO mengatakan ke Business Insider bahwa jadwal baru ini memberikan rincian lebih lanjut tentang kontak awal WHO dengan China.

"Menggambarkan (sudah) banyak pekerjaan yang dilakukan WHO untuk menghentikan penyebaran dan menyelamatkan nyawa," kata juru bicara, Minggu (5/7/2020).

Namun juru bicara tersebut tidak menjelaskan mengapa WHO membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengklarifikasi bagaimana mereka mengetahui wabah virus corona ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan: WHO Meremehkan Transmisi Virus Corona Melalui Udara!

Ilmuwan: WHO Meremehkan Transmisi Virus Corona Melalui Udara!

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 12:02 WIB

Kedua Kalinya, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Kedua Kalinya, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Tekno | Senin, 06 Juli 2020 | 06:00 WIB

Para Pakar Bersatu Mendesak WHO Perbarui Pedoman Pencegahan Covid-19

Para Pakar Bersatu Mendesak WHO Perbarui Pedoman Pencegahan Covid-19

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 20:37 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB