Suara.com - Pejabat kesehatan wilayah Georgia, Amerika Serikat (AS), mengumumkan seekor anjing dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pekan lalu. Kasus kedua di AS ini menunjukkan bahwa virus yang menginfeksi menyebabkan Covid-19.
Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia, anjing ras campuran berumur 6 tahun itu memiliki penyakit neurologis yang muncul secara tiba-tiba secara cepat selama beberapa hari.
"Pemilik anjing baru-baru ini dinyatakan positif Covid-19, tetapi anjing itu tidak memiliki bukti penyakit pernapasan," terang laporan tersebut, dilansir Fox News.
Penyakit neurologis anjing yang progresif disebabkan oleh kondisi lain dan para pejabat mengatakan anjing itu di-eutanasia (mengakhiri nyawa makhluk hidup tanpa rasa sakit) secara manusiawi.

Laboratorium Layanan Veteriner Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) lah yang mengetes anjing itu dan menyatakan positif.
"Salah satu pemilik anjing dinyatakan positif Covid-19, dan yang lain menunjukkan gejala akibat virus, sebelum anjing menunjukkan tanda-tanda," kata para pejabat.
Menurut USDA, infeksi ini telah dilaporkan pada sejumlah kecil hewan di seluruh dunia, yang sebagian besar adalah hewan dalam kontak dekat dengan orang terinfeksi virus corona.
Pada 2 Juni lalu kasus yang sama terjadi pada anjing asal Jerman. Menurut laporannya, anjing dari Jerman ini menunjukkan tanda-tanda penyakit pernapasan dan telah dirawat agar kembali pulih.