Kembali Muncul Kasus Lokal, Hong Kong Hadapi Gelombang Ketiga Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 08 Juli 2020 | 19:24 WIB
Kembali Muncul Kasus Lokal, Hong Kong Hadapi Gelombang Ketiga Virus Corona
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hong Kong kembali berjuang melawan gelombang ketiga infeksi virus corona sejak sembilan dari 14 kasus baru pada Selasa (8/7/2020) diklasifikasikan sebagai kasus lokal. Hal ini membuat pemerintah Hong Kong kembali meningkatkan strategi tinjauan langkah-langkah sosial.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Menteri Kesehatan Profesor Sophia Chan Siu-chee meluncurkan serangkaian langkah-langkah baru untuk menghadapi situasi Covid-19 yang memburuk di kota itu, termasuk mengendalikan aliran orang yang kembali dari negara-negara berisiko tinggi.

"Sekarang dalam waktu singkat, kami telah melihat banyak kasus lokal dengan sumber infeksi yang tidak diketahui. Ini adalah sinyal peringatan penting bagi kami," kata Chan. 

"Ini mengingatkan semua orang di Hong Kong bahwa kita tidak boleh lengah," imbuhnya. 

Seorang pejabat kesehatan senior memperingatkan dalam konferensi pers terpisah pada hari Selasa (7/7/2020), bahwa Hong Kong itu telah memasuki gelombang ketiga infeksi virus corona.

“Kami khawatir akan terjadi wabah besar-besaran di masyarakat, dengan begitu banyak sumber infeksi,” kata Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan.

Chan mengatakan Hong Kong sejauh ini telah melakukan lebih dari 360.000 tes Covid-19 atau 48.000 per satu juta orang. Dia berjanji kota akan terus meningkatkan kapasitas penyaringan dan diharapkan untuk menambah 2.400 tes tambahan untuk kuota harian mulai bulan depan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Sebagai bagian dari perlawanan pemerintah terhadap kebangkitan virus corona, Chan mengatakan pemerintah akan mengatur kembalinya penduduknya dari negara-negara berisiko tinggi, seperti Pakistan dan India, melalui konsultasi dengan konsulat dan etnis minoritas di Hong Kong.

Pekerja rumah tangga asing, terutama yang berasal dari Filipina dan Indonesia akan diminta untuk mengambil tes Covid-19 sebelum datang ke Hong Kong. Mereka juga harus menjalani karantina 14 hari di akomodasi hotel yang dibayar untuk oleh majikan mereka.

baca juga

Pembatasan lain untuk tempat-tempat seperti restoran dan tempat hiburan mungkin juga ditinjau. Kunjungan ke rumah perawatan untuk orang tua juga akan ditangguhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Anak Perempuan Medis COVID-19 Positif Corona, 1 Kampung di Blitar Ditutup

2 Anak Perempuan Medis COVID-19 Positif Corona, 1 Kampung di Blitar Ditutup

Jatim | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:42 WIB

Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19

Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19

Tekno | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:35 WIB

Pemasaran Online, Virtual Daihatsu Festival Tembus 400 Lebih Pembeli

Pemasaran Online, Virtual Daihatsu Festival Tembus 400 Lebih Pembeli

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:25 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×