Konsumsi Delima, yuk! Mampu Turunkan Kolesterol dan Risiko Penyakit Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 09 Juli 2020 | 19:40 WIB
Konsumsi Delima, yuk! Mampu Turunkan Kolesterol dan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi delima bagus untuk kesehatan paru-paru karena mengandung banyak antioksidan. (shutterstock)

Suara.com - Kolesterol tinggi adalah bagian dari kondisi tanpa gejala yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi kondisi ini bisa dihentikan dengan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang menyehatkan.

Makanan yang baik untuk mengontrol kadar kolesterol Anda adalah jus buah delima

Dilansir dari Express, sebuah studi melihat efek jus delima pada orang dengan diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi. Mereka mencatat penurunan yang signifikan dalam kolesterol jahat (LDL).

Kolesterol LDL berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung karena menempel di bagian dalam dinding arteri.

Buah delima. (Shutterstock)

Jus delima juga disebut mampu melindungi partikel kolesterol LDL dari oksidasi, salah satu kondisi menuju menuju penyakit jantung.

Mendukung klaim tersebut,  jus delima juga telah terbukti menurunkan trigliserida, jenis lemak lain yang ditemukan dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah jika terlalu banyak.

Sebuah studi empat minggu pada 51 orang dengan kadar trigliserida tinggi menunjukkan bahwa konsumsi 800 mg minyak biji delima per hari secara signifikan menurunkan trigliserida dan meningkatkan rasio trigliserida-HDL.

HDL (kolesterol baik) melindungi terhadap penyakit jantung dengan mengeluarkan kolesterol jahat dari darah dan mencegahnya menumpuk di arteri.

Kesehatan jantung. (Shutterstock)
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Terlebih lagi, sebuah analisis penelitian menyimpulkan bahwa jus delima mengurangi tekanan darah tinggi, faktor risiko utama penyakit jantung.

Saran National Health Service (NHS) Inggris, untuk memaksimalkan manfaat jantung sehat dari meminum jus delima, Anda harus mengombinasikannya dengan diet rendah lemak dan tinggi serat.

Ini harus mencakup banyak buah dan sayuran segar dan serealia utuh.

"Anda harus membatasi jumlah garam yang Anda makan hingga tidak lebih dari enam gram (0,2 oz) sehari karena terlalu banyak garam akan meningkatkan tekanan darah Anda," saran NHS

Anda juga harus melakukan olahraga teratur untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salut, Gen Z Lebih Peduli dengan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Salut, Gen Z Lebih Peduli dengan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:35 WIB

Ngeri, Begini Dampak Kebanyakan Konsumsi Gula Pada Jantung

Ngeri, Begini Dampak Kebanyakan Konsumsi Gula Pada Jantung

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 17:38 WIB

Rutin Bersepeda saat Pandemi, Pria Perlu Waspada Soal Kesehatan Seksual

Rutin Bersepeda saat Pandemi, Pria Perlu Waspada Soal Kesehatan Seksual

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 13:12 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB