Suara.com - Bukan berita baru bahwa mengonsumsi makanan yang benar bermanfaat bagi jantung Anda.
Tetapi, banyak orang selalu mengaitkan lemak "jahat", yang dikenal sebagai lemak jenuh, dengan penyakit jantung.
Sekarang, penelitian baru yang diterbitkan dalam European Journal of Preventative Cardiology menunjukkan bahwa gula juga memiliki dampak signifikan pada jantung.

Dilansir dari Health24, gula tidak hanya ditemukan dalam minuman bersoda dan camilan manis. Gula tersembunyi dapat mengintai apa saja, dari makanan kaleng dan sereal yang tampaknya sehat, hingga saus siap saji.
Menurut ahli gizi di Nutritional Solutions, sekaleng minuman dingin 340ml mengandung tujuh sendok teh gula dan satu batang cokelat 50g enam sendok teh.
Meski gula dapat disimpan sebagai lemak tubuh ketika tidak dikonversi menjadi energi, gula dapat mengacaukan kadar glukosa darah kita dan juga mempengaruhi jantung.
Studi baru ini menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan timbunan lemak yang lebih besar di sekitar jantung (juga dikenal sebagai peningkatan volume jaringan adiposa perikardial) dan perut.
Hal itu dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Studi obeservasi ini meneliti bagaimana minuman manis dan gula ditambahkan ke makanan olahan dapat memengaruhi simpanan lemak di sekitar jantung dan organ vital lainnya.
Para peneliti menemukan bahwa asupan gula berlebih selama 20 tahun terkait dengan penyimpanan lemak yang lebih besar di sekitar jantung dan organ lainnya.
"Temuan kami memberikan lebih banyak bukti bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dan minuman manis berkaitan dengan jumlah jaringan lemak yang lebih tinggi," kata penulis studi Dr Lyn Steffen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Minnesota dalam rilis berita.
"Dan, kita tahu bahwa timbunan lemak berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes yang lebih tinggi."