Betulkah Konsumsi Suplemen Harus Ada Jeda?

Risna Halidi

Jum'at, 10 Juli 2020 | 09:31 WIB
Betulkah Konsumsi Suplemen Harus Ada Jeda?
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania mengatakan, konsumsi suplemen seperti immunomodulator bisa dilakukan setiap hari antara delapan hingga 16 minggu.

Seperti diketahui, menjaga sistem imun tubuh saat pandemi Covid-19 bisa ditunjang dengan asupan nutrisi lengkap, gizi seimbang, istirahat cukup, asupan cairan cukup, olahraga dan jika perlu, dan menambahkan suplemen immunomodulator.

"Biasanya, jeda dua minggu sudah cukup. Setelah itu, kita bisa konsumsi kembali suplemen immunomodulator itu," kata Tania seperti yang Suara.com kutip di Antara, Jumat (10/7).

Ia melanjutkan, hal itu dilakukan guna menghindari kemungkinan timbulnya efek samping seperti imunosupresan atau pelemahan sistem imun meski belum ada bukti kuat terkait asumsi tersebut.

Di sisi lain, dokter dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Budhi Antariksa berpendapat, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih diperlukan di masa normal baru karena tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona Covid-19 berakhir.

Saat ini ada beragam suplemen immunomodulator dengan substansi natural atau subtansi sitentik.

Contoh yang sintentik misalnya vitamin C, vitamin D. Sementara untuk substansi natural, seperti yang mengandung ekstrak Echinacea pupurea dan zinc picolinate.

Di sisi lain, VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo menuturkan, kandungan ekstrak Echinacea purpurea terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Studi mengungkapkan, Echinacea dengan dosis lebih tinggi secara signifikan memberikan hasil perbaikan gejala lebih baik versus plasebo maupun echinacea dosis lebih rendah.

baca juga

Menurut Tania, sekalipun natural, substansi ini aman dikonsumsi sampai empat bulan kemudian dihentikan selama dua minggu dan kembali bisa dikonsumsi setelah itu jika dibutuhkan.

Selain menjaga sistem imun, Budi mengingatkan Anda tetap menaati protokol kesehatan walau kini pemerintah sudah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saat PSBB diperlonggar, angka kepositifan virus meningkat. Hal yang tadinya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, maka virus itu bermutasi dan bertambah banyak," tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok, Ini Alasannya

Pandemi Covid-19 Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok, Ini Alasannya

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 22:05 WIB

Tiga Alasan Petteri Pennanen Tinggalkan Tira Persikabo Tanpa Beban

Tiga Alasan Petteri Pennanen Tinggalkan Tira Persikabo Tanpa Beban

Bola | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:57 WIB

Sultan Protes Penyerapan Anggaran Pandemi COVID-19 di DIY Rendah

Sultan Protes Penyerapan Anggaran Pandemi COVID-19 di DIY Rendah

Jogja | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:35 WIB

Terkini

Doa Bersama Mengiringi Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Doa Bersama Mengiringi Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 15:50 WIB

Bedak Two Way Cake Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihannya

Bedak Two Way Cake Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:49 WIB

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:45 WIB

Regol Ayom Ditutup demi Pedesterian Malioboro, Rezeki Pedagang dan Tukang Becak Terancam

Regol Ayom Ditutup demi Pedesterian Malioboro, Rezeki Pedagang dan Tukang Becak Terancam

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 15:44 WIB

5 Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

5 Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 15:44 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?

Bekaci | Kamis, 10 September 2026 | 15:43 WIB

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:39 WIB

Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan

Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan

Lampung | Kamis, 10 September 2026 | 15:37 WIB

Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa

Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa

Surakarta | Kamis, 10 September 2026 | 15:33 WIB

7 Cara Membuat Pisau Stainless Steel Tetap Tajam Meski Sering Dipakai

7 Cara Membuat Pisau Stainless Steel Tetap Tajam Meski Sering Dipakai

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:33 WIB

×