Array

Usia Berapa Anak Bisa Diberi Suplemen dan Vitamin?

Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:41 WIB
Usia Berapa Anak Bisa Diberi Suplemen dan Vitamin?
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)

Suara.com - Vitamin dianggap penting untuk fungsi tubuh agar bisa bekerja dengan baik dan membuat kesehatan tetap terjaga. Vitamin juga sangat dibutuhkan anak untuk menunjang pertumbuhan mereka.

Tapi sebagai orangtua, kita sering bingung umur berapa anak diperbolehkan mengonsumsi tablet vitamin?

Dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager of Kalbe Consumer Health mengatakan untuk produk vitamin baru boleh dikonsumsi anak berusia di atas dua tahun.

"Anak-anak bayi sampai enam bulan biasanya ASI eksklusif, sarat vitaminnya khusus ASI, sesudah usia tersebut bisa direkomendasiakan. Anak-anak di umur dua tahun anjurkan yang sirup. Kalau di atas tiga tahun sudah boleh mengonsumsi jenis tablet hisap, atau gummy itu mungkin sudah boleh," ujar dr. Helmin dalan diskusi #GerakanTanganABC, Jumat (3/7/2020).

Sedangkan Dokter Anak sekaligus Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya dr. Margaret Komalasari, Sp. A menyarankan dalam pemberian vitamin pada anak, harus didasarkan pada berat badan anak, khususnya bayi prematur atau anak yang lahir sebelum usia kandungan sembilan bulan.

"Pemberian vitamin tergantung berat lahirnya bayi, kalau bayi prematur itu biasanya kekurangan nutrisi lebih banyak," timpal dr. Margaret.

Ia melanjutkan, bagi bayi yang cukup gizinya, mereka sudah diperolehkan mengonsumsi vitamin sejak usia empat bulan. Meski dalam fase ASI eksklusif, bukan berarti vitamin mengantikan asupan ASI.

"Kalau cukup bisa mulai dari 4 bulan, orangtua dikasih vitamin tidak ASI eksklusif lagi. Kalau yang dimaksud ASI eksklusif, vitamin itu tidak menggantikan dan ASI tetap bisa mengenyangkan sifatnya ASI tetap eksklusif," paparnya.

Sementara itu ada beragam vitamin yang dibutuhkan bayi, seperti Vitamin A, B1, B2, B3, B6, B9, B12, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, dan Vitamin K. Pada dasarnya untuk anak yang MPASI, vitamin ini harus tersedia di dalamnya. Tapi disarankan, segala sesuatunya harus dikonsultasikan kepada dokter.

Baca Juga: Peneliti: Tak Ada Bukti Vitamin D Bisa Meringankan atau Cegah Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI